Harga Sapi Naik Rp 3 Juta Perekor

SENTOLO (HARIAN MERAPI) – Jelang perayaan Idul Adha, harga hewan kurban di Kulonprogo terus merangkak naik. Kenaikan harga sapi di tingkat pedagang bahkan mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta perekor.

Pedagang hewan kurban di wilayah Kecamatan Sentolo, Pardi menyampaikan, kenaikan harga sapi sudah mulai terjadi sejak Juli lalu. Ia berpendapat, kenaikan tersebut disebabkan banyaknya peternak yang menjual sapi dengan harga lebih tinggi.

“Kami sebagai pedagang, hanya bisa mengikuti. Kalau tidak ikut naik, tidak dapat untung,” kata Pardi, Rabu (7/8).

Sapi-sapi dagangannya, diperoleh Pardi dari peternak Kulonprogo, Gunungkidul dan Madura. Ia merinci, harga sapi ukuran sedang dengan berat daging kurang dari 100 kilogram berkisar Rp 18 juta hingga Rp 20 juta perekor. Harga ini naik sekitar Rp 2 juta dibanding hari-hari biasa yang berkisar Rp 16 juta hingga Rp 18 juta perekor.

Sementara untuk sapi dengan berat satu kuintal hingga 1,5 kuintal, harganya berkisar Rp 22 juta hingga Rp 25 juta perekor. Harga ini juga naik sekitar Rp 3 juta dari harga semula Rp 19 juta hingga Rp 22 juta perekor.

“Karena harganya mahal, penjualan jadi sepi. Turun sampai 50 persen dari tahun lalu,” keluhnya.

Hingga H-4 Idul Adha, Pardi mengaku hanya bisa menjual sapi 15 ekor. Padahal tahun lalu, ia bisa menjual sampai 30 ekor lebih.

Tak hanya pedagang, kenaikan harga hewan kurban juga dikeluhkan pengepul sapi di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo. Pengepul sapi, Olan menyampaikan, kenaikan harga sapi di tempatnya berkisar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta perekor. Meski demikian, jumlah penjualan sapi Olan tetap tinggi. Dibandingkan hari biasa, jumlah penjualan hewan kurban tersebut mengalami peningkatan hingga 50 persen.

Di sisi lain, pedagang kambing yang menggelar lapak di pinggir jalan di Yogyakarta meraup untung cukup besar. Seorang pedagang kambing, Putra Hari Yudanto yang berjualan di kawasan Jalan Letjen Soeprapto Ngampilan misalnya, pernah dalam sehari ia bisa menjual 27 ekor kambing.

“Dibanding tahun lalu, tahun ini lebih laku,” kata Putra. (Unt/C-2)

Read previous post:
Arsiyah Semringah Hasil Panen Melon Melimpah

LENDAH (HARIAN MERAPI) - Petani melon di area pertanian Dusun Bangeran, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo berhasil meraup untung pada

Close