Transportasi Pendukung YIA Jadi Sorotan

TEMON (MERAPI) – Komisi V DPR RI meminta pemerintah menyiapkan dua hal terkait dengan keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo. Dewan menyoroti konektivitas YIA dengan sarana transportasi lain, serta berkaitan mitigasi bencana.

Anggota Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo menyampaikan, progres pembangunan fisik YIA sudah sangat bagus, saat ini mencapai hampir 70 persen. Kendati demikian, koneksi bandara internasional tersebut dengan moda transportasi yang ada dinilai Sigit masih ketinggalan.

“Kalau kita ke Kulonprogo dari Yogya, perjalanannya cukup lama,” kata Sigit saat memimpin kunjungan Komisi V ke Kulonprogo, Senin (5/8).

Ia berpendapat, para pengguna jasa penerbangan di YIA membutuhkan kereta yang bisa nyambung hingga ke area bandara yang dilengkapi dengan stasiun khusus. YIA bisa mencontoh Bandara Adisoemarmo Solo yang sudah dilengkapi dengan stasiun bandara.

Jika bisa direalisasikan, akan ada koneksi antara Stasiun Wates ke Stasiun Wojo, kemudian Stasiun Kedundang dan ke YIA. Keberadaan kereta api reguler ini diyakini bisa mengurangi kepadatan arus lalu lintas dari dan menuju YIA.

“Kemudian, keberadaan jalan tol juga sangat penting. Keberadaan jalan tol di Kulonprogo bisa menghubungkan antara YIA dengan jalur tol trans Jawa yakni dari Bawen ke selatan menuju Kulonprogo atau dari Kartosuro ke Yogya menuju Kulonprogo,” ucapnya.

Hingga kini, Komisi V mengaku belum mendengar cerita detail tentang DED jalan tol atau kereta bandara, termasuk soal pembebasan tanahnya. Secepatnya, dewan akan menggelar rapat koordinasi dengan kementrian agar YIA tidak bernasib sama dengan Bandara Kertajati yang sepi penumpang akibat minim koneksi transportasi.

Hal kedua yang harus diperhatikan pemerintah menurut Komisi V, adalah terkait mitigasi bencana, mengingat letak YIA berdekatan dengan laut selatan. Masyarakat, dinilai Sigit perlu diberi pelatihan terkait upaya penyelamatan diri dan evakuasi saat terjadi bencana gempa dan tsunami.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi menyampaikan, dukungan akses transportasi diperlukan dalam operasional YIA. Terlebih saat ini, minat masyarakat untuk terbang melalui bandara internasional baru di Kecamatan Temon tersebut terbilang bagus. “Kereta akan masuk ke bandara pada akhir 2020 mendatang,” tegasnya. (Unt)

Read previous post:
Hilang di Pantai Wediombo, Mahasiswa Ditemukan Tewas

WONOSARI (MERAPI)- Seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, Hasbi Asidiq (22) warga Kecamatan Curup Tengah, Rejang Lebong, Bengkulu

Close