Geliat Tanjungharjo Jadi Sentra Kerajinan Anyaman Pandan

Wagiyo menunjukkan tas anyaman pandan hasil produksinya. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

DESA Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo sudah tersohor sebagai sentra produksi kerajinan tangan anyaman pandan duri. Di sana, ada sejumlah industri rumahan penghasil kerajinan anyaman pandan meliputi tas dan keranjang yang pemasarannya sampai ke luar negeri.

Selain tas dan keranjang, ada produk anyaman pandan lain yang dihasilkan para perajin di Desa Tanjungharjo yakni pot bunga. Industri rumahan yang telah berjalan bertahun-tahun ini diakui berhasil meningkatkan perekonomian masyarakat sebagai pelaku usaha juga pekerjanya.

Salah satu pelaku usaha kerajinan anyaman pandan di Desa Tanjungharjo adalah Wagiyo (49). Pria paruh baya ini mulai bergelut dengan kerajinan anyaman pandan sejak 15 tahun lalu. Namun saat itu, ia hanya membuat bahan bakunya saja, yakni tali pandan duri.

“Dulu saya bikin natural. Masih warna asli, kuning kecokelatan,” kata Wagiyo saat ditemui wartawan di rumah produksinya, Dusun Kemukus, Desa Tanjungharjo, kemarin.

Ia menjelaskan, pembuatan tali sebagai bahan baku kerajinan anyaman pandan tidak terlalu sulit. Diawali dengan pemotongan, pandan kemudian dibersihkan durinya sebelum diukur sesuai kebutuhan. Terakhir, untaian tali tersebut direbus kemudian dijemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering.

“Pengeringan harus menggunakan sinar matahari karena kalau pakai oven warnanya beda. Tidak cantik,” imbuh Wagiyo.

Pandan sebagai bahan pembuatan tali, didatangkan Wagiyo dari Jawa Barat. Setelah melalui berbagai tahapan, tali yang siap digunakan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan anyaman pandan akan diambil para perajin di Desa Tanjungharjo.

“Setelah itu berkembang menjadi berbagai warna seperti hijau, putih dan hitam dengan penyematan tali rafia,” tambahnya.

Namun setelah sepuluh tahun berjalan, produsen tali pandan yang lain mulai bermunculan. Jawa Barat tempat Wagiyo kulakan bahan pun membuat tali sendiri sehingga ia sepi pembeli. Wagiyo kemudian berinovasi. Ia mulai memproduksi kerajinan anyaman pandan seperti para perajin lain di Desa Tanjungharjo. Dengan kemampuan terbatas, ia mempekerjakan tenaga yang berasal dari lingkungan sekitar.

“Dibikin jadi tas, keranjang dan pot bunga,” ujarnya.

Hanya saja, kerajinan tangan produksi Wagiyo ini baru setengah jadi. Dalam proses finishing, ia menggandeng perajin lain. Perajin itulah yang kemudian menyelesaikan dan memasarkan. “Biasanya diberi puring, kancing dan hiasan bunga-bunga serta ditambah lapisan agar lebih mengkilap. Penjualannya ke mana saya kurang paham, tapi banyak yang ke luar negeri,” jelasnya.

Setiap pesanan yang datang kepada Wagiyo, biasanya jumlahnya berkisar 25 sampai 50 . Dari sekian banyak jenis produk, tas paling diminati. Apalagi harga yang ditawarkan juga tidak mahal, mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 150.000.

Saat ini, Wagiyo dibantu 25 pekerja dalam proses produksi. Ia mengaku tidak menemui kendala berarti, melainkan hanya proses pengeringan yang bergantung pada cuaca. Jika cuaca bersahabat, proses pengeringan berjalan lancar dan cepat.

“Tapi kalau musim hujan susah. Padahal saat musim hujan pembelinya banyak. Saya tidak bisa stok banyak karena modalnya terbatas,” jelas Wagiyo.

Dihubungi terpisah, Camat Nanggulan, Duana Heru Supriyanta mengakui bahwa keberadaan sentra kerajinan anyaman pandan membantu peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Ada yang menjadi pelaku usaha, ada juga yang sebagai pekerja.

“Terutama ibu rumah tangga bisa nyambi nganyam dan dapat penghasilan. Mereka yang menjalankan usaha sendiri pun berkembang pesat karena banyaknya pesanan,” ucap Duana.

Diungkapkannya, bentuk perhatian dari pemerintah sudah diberikan kepada para perajin anyaman pandan. Dinas Perdagangan memberikan pembinaan, begitu juga Pemerintah Kecamatan. Terlebih selama ini, pemasaran kerajinan anyaman pandan sudah sampai ke luar negeri.

“Perajin yang juga merupakan salah satu dukuh di sana yakni Pak Pargono bahkan punya outlet di Bali untuk memasarkan produk-produknya,” kata Duana. (Unt)

Read previous post:
DAPAT TAWARAN DARI BANYAK KLUB – Rakic Terima Trofi Sepatu Emas

  BANTUL (MERAPI) - Tak hanya mengantarkan PS Tira Bantul bertahan di kompetisi Liga 1 musim depan, penyerang Aleksandar Rakic

Close