Jelang Libur Akhir Tahun, SAR Glagah Bangun Pos Pantau Baru

Suasana labuhan di Pantai Glagah yang digelar Kadipaten Pakualaman. (MERAPI-TEGUH)
Suasana labuhan di Pantai Glagah yang digelar Kadipaten Pakualaman. (MERAPI-TEGUH)

WATES (MERAPI) – Libur akhir tahun dipastikan bedampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Kulonprogo, salah satunya Objek Wisata Pantai Glagah. Sebagai upaya peningkatan keamanan wisatawan, petugas SAR Wilayah V Pantai Glagah akan membangun pos pantau baru serta memasang sejumlah papan peringatan.

Pos pantau baru ini, rencananya dibangun secara swadaya, dengan lokasi lebih dekat dengan pantai. Keberadaannya, akan membantu petugas dalam monitoring dan pengawasan pengunjung dengan lebih optimal.

“Terutama di kawasan pemecah gelombang yang nantinya akan dipadati wisatawan saat libur Natal dan tahun baru,” kata Koordinator SAR Wilayah V Pantai Glagah, Aris Widiatmoko, Minggu (25/11).

Ia menilai, keberadaan pos pantau baru diperlukan lantaran pos pantau yang ada saat ini lokasinya jauh dari pantai. Karena itulah, pihaknya kerap kesulitan melakukan pengawasan terhadap aktivitas wisatawan. “Kalau pos pantau dekat dengan pantai, pengawasan kami menjadi lebih optimal,” jelasnya.

Selain pos pantau, petugas SAR juga akan memasang sejumlah papan peringatan di sepanjang pantai se-Kulonprogo. Diharapkan, papan peringatan tersebut bisa meminimalisir kecakaan laut seperti wisatawan terseret ombak dan tenggelam.

“Kami juga mengintensifkan patroli di sepanjang pantai dengan menerjunkan seluruh personel. Setiap Hari Minggu dan hari libur, kami bahkan stand by di titik-titik rawan,” ujar Aris.

Terkait libur akhir tahun, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Niken Probo Laras mengatakan, pihaknya akan berupaya mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Kulonprogo. Sejumlah agenda disiapkan untuk menghibur wisatawan.

“Objek wisata yang berkembang di Kulonprogo memamerkan keindahan alam. Kami akan mengoptimalkan dengan membuat paket,” jelasnya. (Unt)

Read previous post:
Tak Tahan Diganggu Terus

SUDAH lama Wakijo (nama samaran) menganggur. Pemuda desa Sambeng ini dalam setahun belakangan hanya lontang-lantung saja, sejak ia lulus SMK.

Close