Dusun Punukan Wates Bangun Embung Mini

Warga melintas di Waduk Sermo yang akan dimasukkan dalam instrumen perencanaan BPBD Kulonprogo. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Warga melintas di Waduk Sermo. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

WATES (MERAPI) – Kelurahan Wates, Kulonprogo, berencana membangun embung mini di wilayah Dusun Punukan. Embung mini bahkan digadang-gadang mampu menjadi destinasi baru di wilayah ini.

Lurah Wates, Agus Wasana, Kamis (1/10) menyampaikan, keberadaan embung mini dapat digunakan sebagai penampungan air. Saat musim hujan, air yang melimpah maupun yang berasal dari sumber setempat bisa ditampung di embung tersebut.

“Dengan demikian, membantu mencegah banjir dan dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, perikanan hingga destinasi wisata baru,” katanya.

Rencana pembangunan embung mini sempat disebut-sebut telah masuk dalam prioritas pembangunan oleh Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO). Pemeriksaan kualitas tanah untuk melihat apakah cocok untuk konstruksi atau tidak, juga sudah dilakukan oleh BBWSO.

“Pembangunan konstruksinya akan dimulai pada 2020 mendatang. Hanya saja, kami masih terkendala masalah pembebasan lahan, sehingga apabila penyelesaiannya mundur, pembangunan konstruksi akan mundur juga,” imbuhnya.

Ia menambahkan, rencana pembangunan embung mini telah disampaikan pada forum Musyawarah Rencana Pembangunan kelurahan, termasuk proposal. Ia juga menyebut, Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sudah menandatangani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Niken Probo Laras menyatakan dukungannya terhadap rencana warga Kelurahan Wates untuk memiliki embung mini. Jika pembangunannya bertujuan untuk membuat destinasi wisata baru, menurutnya lebih baik dikelola dengan sistem pariwisata berbasis komunitas untuk kemudian ada pengurus desa wisata dan Kelompok Sadar Wisata.

“Namun, embung mini Wates tetap harus punya ikon khas yang membedakan dengan embung lainnya. Jangan hanya menjual lokasi berfoto,” kata Niken.

Ia kemudian menyarankan agar ikon khas tersebut berbasis budaya. Misal, adanya mitos, sejarah atau lainnya yang terkait dengan wilayah setempat kemudian dihidupkan dalam bentuk atraksi atau event berkala yang diselenggarakan rutin.

“Supaya pengunjung tidak bosan. Sasarannya kan wisatawan mancanegara, hal yang berbau tradisional pasti disukai,” jelasnya. (Unt)

Read previous post:
SRI PURNOMO SERAHKAN SK TJSP-Kelola Tanggungjawab Sosial Perusahaan Tepat Sasaran

MLATI (MERAPI) - Bupati Sleman, Sri Purnomo menyerahkan Surat Keputusan (SK) tentang Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Periode 2018-2021,

Close