Belanja Pulsa Warga Kulonprogo Mencapai Rp 74 Miliar

Bupati Hasto mencoba mengakses pelayanan di Kantor Dinsos P3A. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Bupati Hasto mencoba mengakses pelayanan di Kantor Dinsos P3A. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

WATES (MERAPI) – Penerapan program Bela Beli Kulonprogo terus diperluas. Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo bahkan mendorong BUMD atau BUMDes di wilayahnya untuk membuat tower lokal agar bisa menjual pulsa sendiri.

Rencana ini diungkapkan Bupati Hasto setelah melihat besaran pengeluaran warga Kulonprogo untuk komoditas non pangan, meliputi pulsa telepon selular dan rokok. Belanja ini bahkan nyaris menyamai biaya infrastruktur.

“Pengeluaran pulsa yang sebelumnya hanya Rp 46 miliar pada 2013, tembus Rp 74 miliar pada 2017,” katanya, Rabu (24/10).

Melihat kondisi ini, BUMD dan BUMDes yang ada di Kulonprogo didorong untuk membuat tower lokal dan bisa menjual pulsa sendiri. Dengan demikian, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo bisa mendukung program bela dan beli pulsa sendiri bagi daerah.

“Ini langkah untuk membangun ekonomi yang mandiri,” kata Bupati Hasto.

Terkait lokasi yang akan dipilih jika benar-benar bisa membuat tower lokal, Bupati Hasto mengaku masih melakukan kajian. Secara umum, wilayah-wilayah blank spot maupun produktif, sama-sama perlu difasilitasi tower lokal.

“Mudah-mudahan bisa didukung Menteri Kominfo,” harapnya.

Selain biaya pulsa, pengeluaran yang juga memprihatinkan adalah pembelian rokok yang mencapai Rp 96 miliar. Angka ini, bahkan sudah mengalahkan biaya aspal jalan kabupaten dan desa serta biaya berobat di Kulonprogo.

“Kami terus mendorong agar masyarakat bisa berperilaku hemat,” imbuhnya.

Menanggapi rencana pembuatan tower lokal, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo Kulonprogo, Heri Widada menegaskan, hal itu sangat mungkin diwujudkan. Apalagi, bila tujuannya untuk membangun kemandirian daerah dan perwujudan Bela Beli Kulonprogo.

“Tapi tetap harus ada kajian, apakah peralatannya sudah ada, kemudian tenaganya sudah mumpuni atau belum,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Diskominfo Kulonprogo, Heri Dharmawan menambahkan, penyegeraan pembangunan menara telekomunikasi di area blank spot penting dilakukan. Sebab, pembangunan di Kulonprogo terus berlangsung.

“Selain itu, juga untuk menyukseksan program Smart City. Di Kulonprogo, hingga tahun ini ada sebanyak 108 menara dari 17 provider telekomunikasi,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
1.200 Peserta Ikuti Kirab Esaga Wonosari

BERBAGAI rangkaian acara digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 SMK N 3 (Esaga) Wonosari. Satu di antaranya

Close