Nelayan Kulonprogo Dibantu Alat Tangkap

Nelayan Kulonprogo memperbaiki jaring sebelum melaut. (Merapi-Amin Kuntari)
Nelayan Kulonprogo memperbaiki jaring sebelum melaut. (Merapi-Amin Kuntari)

WATES (MERAPI) – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo intensif memberikan bantuan alat tangkap kepada nelayan kecil di wilayah itu supaya hasil tangkapan melimpah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo Sudarna mengatakan, bantuan alat tangkap kepada nelayan, sifatnya sebagai bentuk perhatian pemerintah kabupaten kepada nelayan.

“Sebenarnya, bantuan yang diberikan kepada nelayan seperti jaring yang setiap saat perlu dilakukan pembaruan karena tingkat kerusakan jaring sangat tinggi,” kata Sudarna, Minggu (21/10) dilansir <I>Antara<P>.

Tahun ini, bantuan berupa dua unit perahu motor tempel (PMT) berikut sarana tangkap lain seperti berbagai jenis jaring dan ukurannya.

Namun anggaran bantuan untuk pengadaan alat tangkap melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 tidak bisa dicairkan karena pemerintah pusat sedang fokus menangani kondisi pascabencana di Lombok dan Palu.

Ia mengatakan anggaran bantuan alat tangkap selalu mengandalkan DAK yang merupakan anggaran dari pemerintah pusat. Di sisi lain saat ini, pemerintah sedang fokus penanganan pascabencana gempa dan tsunami di Lombok dan Palu yang menyerap banyak anggaran.

“Setiap tahun, kami memberikan bantuan alat tangkap kepada nelayan. Tahun depan kemungkinan tidak ada. Kami memahami kebutuhan nasional menangani dampak bencana membutuhan anggaran, kami berharap bantuan tetap ada, tapi kalau pun tidak ada, kami tidak masalah,” paparnya.

Sudarna mengatakan saat ini, jumlah kapal motor tempel sebanyak 124 unit yang tersebar di berbagai titik tempat pelelangan ikan, mulai dari TPI Trisik, TPI Bugel, TPI Karangwuni dan TPI Jangkaran. “Jumlah kapal yang aktif menangkap dari 124 unit, rata-rata mencapai 30 persen perhari dalam kondisi yang memungkinkan melaut. Kita ketahui bersama kondisi gelombang selatan tidak dapat ditebak, kadang-kadang tinggi, dan kadang normal,” katanya.

Dia mengatakan DKP Kulonprogo juga membekali nelayan dengan berbagai pelatihan membuat jaring, navigasi dan keterampilan memperbaiki mesin PMT. Sehingga sewaktu-waktu, ilmu atau keterampilan mereka dapat dimanfaatkan.

“Kami berikan pelatihan yang aplikatif, supaya mereka semakin profesional menjadi nelayan,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Muhtarom Asrori meminta DKP Kulonprogo benar-benar mendampingi nelayan kecil. Seperti diketahui, bahwa nelayan Kulonprogo mayoritas berlatar belakang petani.

“Selain memberikan bantuan sarana dan prasarana alat tangkap, DKP harus melalukan pendampingan terhadap nelayan,” harapnya. (*)

Read previous post:
PELATIHAN SOCIOENTREPRENEUR DI DESA DLINGO-Inovasi Kunci Sukses Berwirausaha

SELAIN pariwisata, daerah Dlingo memiliki potensi UMKM yang bisa dikembangkan. Karena itu, melalui pelatihan socioentrepreneur di Balai Desa Dlingo, Jumat

Close