Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pramuka

 

MERAPI-RIZA MARZUKI Jathilan kreasi baru menjadi suguhan yang dipentaskan di hadapan ribuan peserta upacara.
Jathilan kreasi baru menjadi suguhan yang dipentaskan di hadapan ribuan peserta upacara Hari Pramuka. (MERAPI-RIZA MARZUKI)

WATES (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan melakukan penguatan pendidikan karakter melalui ekstra kurikuler Pramuka untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah itu.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Sumarsana, Senin (27/8), mengatakan kelebihan ekstra kulikuler Pramuka, yakni ada muatan nasionalisme, kemandirian dan kerja sama.

“Saat pertemuan dengan pimpinan perusahaan yang menyerap tenaga kerja dari Kulonprogo mengeluhkan kelemahan lulusan SMK di Kulonprogo masih ada sifat kurang mandiri,” kata Sumarsana.

Ia mengatakan, pembentukan karakter itu sudah harus dibentuk sejak sekolah dasar (SD). Selain itu, ekstra kurikuler pramuka mengajarkan gotong royong yang termasuk dalam pendidikan karakter. “Untuk itu, kami akan melakukan penguatan pendidikan karakter, melalui ekstra kurikuler Pramuka,” ujarnya.

Namun, setelah dilakukan pemetaan di setiap sekolah, Kulonprogo kekurangan guru Pramuka. Tahun ini, ada kewajiban guru kelas SD menjadi guru pembina Pramuka. Syarat menjadi pembina Pramuka, yakni memiliki sertifikat mahir dasar pembina Pramuka.

“Itu akan kami wajibkan. Saat ini, ekstra kurikuler pendidikan Pramuka diwajibkan bagi siswa, tapi di sisi lain kekurangan pembina pramuka,” katanya.

Sumarsana mengatakan Disdikpora akan menggunakan APBD dan dana sekolah bekerja sama dengan Kwarcab Kulonprogo akan melakukan pelatihan bagi guru-guru menjadi pembina Pramuka, termasuk bagi kepala sekolah.
Ia mengatakan setiap SMP harus memiliki 18 guru pembina Pramuka, di luar wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang sudah pasti menjadi pembina Pramuka.

“Jangka pendek, kami mengundang kepala SMP, dari 36 SMP negeri di Kulonprogo, kepala sekolah yang sudah kursus dasar pembina Pramuka hanya enam orang. Kami akan meminta sekolah menggunakan dana BOS melalui program peningkatan mutu tenaga kependidikan memberikan pelatihan dasar pembina Pramuka,” katanya.

Selain itu, lanjut Sunarsana akan melakukan penilaian delapan standar bagi guru kelas satu SD dan guru mata pelajaran kelas VII SMP. Saat ini sedang disusun dan disosialisasikan kepala sekolah, yakni penghargaan guru kelas satu SD dan guru mata pelajaran.

“Sebelumnya guru favorit dan sering mendapat penilaian dan pengharagaan guru kelas enam, sekarang kami ubah yang dinilai guru kelas satu SD. Begitu juga guru mata pelajaran di kelas VII SMP. Ini program 2018-2019,” katanya. (*)

Read previous post:
PSIM MASIH BERHARAP MAIN DI BANTUL – SSA Punya Tuah Keberuntungan

  YOGYA (MERAPI) - Harapan untuk bisa bermain di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul masih dimiliki PSIM Yogya. Meski saat

Close