Ikuti Pemilos Siswa Jangan Golput

MERAPI-AMIN KUNTARI Siswa mencelupkan jari ke tinta usai menggunakan hak suara dalam Pemilos.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Siswa mencelupkan jari ke tinta usai menggunakan hak suara dalam Pemilos.

SUASANA semarak terlihat di SMK N 1 Pengasih Kulonprogo saat digelar Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pemilos) Tahun Kepengurusan 2018/2019, kemarin. Kegiatan ini sengaja digelar untuk mengajarkan tata cara penggunaan hak pilih dalam pesta demokrasi kepada siswa. Semua siswa pun diharapkan untuk tidak golput.

Pembina OSIS setempat, Suhan Fauzi menyebutkan, Pemilos di sekolahnya diikuti 950 siswa ditambah 140 orang guru dan karyawan. Pemilos digelar untuk melatih anak-anak dalam menghadapi Pemilu 2019, sehingga diharapkan para siswa bisa belajar aspek demokrasi dan proses pemungutan suara dalam kegiatan ini.

“Para siswa diwanti-wanti supaya tidak golput. Semua peserta diharap menggunakan hak pilih mereka,” kata Suhan.

Dalam Pemilos di SMK N 1 Pengasih, sejumlah fasilitas pemungutan suara seperti kotak suara, bilik dan tinta dipinjam sekolah dari KPU Kulonprogo. Mereka yang bertindak sebagai panitia, juga telah mendapat sosialisasi dari KPU.

“Tidak ada kesulitan berarti yang kami hadapi. Lewat Pemilos ini, diharapkan para siswa berkeinginan untuk berpartisipasi dalam Pemilu sesungguhnya. Mereka bahkan didorong untuk menjadi kader masyarakat dan pelopor Pemilu,” jelas Suhan.

Dalam Pemilos, ada enam calon ketua OSIS yang bisa dipilih siswa. Ketua II Panitia Pemilos SMK N 1 Pengasih 2018/2019, Fadhilla Nur Chasanah mengatakan, Pemilos bisa mengajarkan kepada siswa tentang pelaksanaan Pemilu yang sesungguhnya. Dengan demikian, mereka bisa menggunakan hak pilih dengan baik.

“Saya berharap, ketua yang terpilih adalah pemimpin yang lebih baik, amanah dalam mengemban tugas, bijaksana, adil, berwibawa dan dapat mengambil keputusan tepat demi kemajuan sekolah. Sementara seluruh peserta Pemilos diharapkan bisa menjunjung tinggi hasil pemilihan,” katanya.

Tahapan dalam Pemilos dimulai dengan mengisi daftar hadir. Pemilih kemudian menunggu di ruang yang disediakan. Setelah dipanggil, mereka mendapat surat suara yang salah satu nama di dalamnya perlu dicentang untuk dipilih. Terakhir, surat suara dimasukkan ke kotak yang tersedia serta mencelupkan jari ke tinta.

Salah satu peserta, Mendi Alfitriana mengaku senang bisa mengikuti Pemilos. Kegiatan itu dinilainya membantu dalam memberikan gambaran seperti apa Pemilu yang sesungguhnya.
“Sudah ada tata caranya, ternyata mudah,” katanya. (Unt)

 

Read previous post:
BURUH BANGUNAN LUKA BAKAR-Kesetrum, Tewas Jatuh dari Ketinggian 9 Meter

YOGYA (MERAPI) - Seorang pekerja bangunan, Wusriyadi (36) asal Jetis, Bantul tewas tersengat listrik di sebuah proyek bangunan di Jalan

Close