STAR PROG KULONPROGO – Kenikmatan Kopi dengan Cita Rasa Rempah

MERAPI-AMIN KUNTARI Bupati Hasto bersama Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meninjau stan Kopi Star Prog dalam pameran di Taman Budaya Kulonprogo.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Bupati Hasto bersama Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga meninjau stan Kopi Star Prog dalam pameran di Taman Budaya Kulonprogo.

SEBAGAI daerah dengan kondisi geografis yang terdapat dataran tinggi, Kulonprogo sudah cukup lama mampu menghasilkan kopi sendiri. Baru-baru ini, kopi dari Pegunungan Menoreh tersebut dibranding sebagai kopi asli Kulonprogo dengan nama Star Prog.

Kulonprogo berani mem-branding lantaran kopi asli daerah tersebut memiliki cita rasa khas. Penyuluh Koperasi dari Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo, Nurhadi menyampaikan, kopi Star Prog mengandung rasa rempah-rempah sehingga lebih sedap dan nikmat. Keunikan ini diperoleh lantaran lahan kopi Kulonprogo berdampingan dengan lahan cengkeh.
“Akarnya menyatu, jadi ada rasa rempah-rempahnya seperti jamu,” kata Nurhadi kepada Merapi, Kamis (9/8).

Saat ini, Kopi Star Prog ditawarkan dalam dua jenis yakni robusta dan arabica. Padahal sebenarnya, ada satu jenis kopi lagi yang dimiliki Kulonprogo yakni kopi lanang, namun belum diracik dan disajikan kepada khalayak.

Nurhadi menegaskan, Star Prog tidak akan dikuasai oleh Pemkab Kulonprogo apalagi perorangan, melainkan dikelola oleh kelompok. Sudah ada koordinasi antara petani, pengolah, peracik, pengepul dan kelompok pengelola dalam memproduksi juga memasarkan Star Prog. Nurhadi berkeyakinan, ke depan akan terbentuk koperasi sebagai pengelola kopi tersebut.
“Kami sudah memasarkan Star Prog melalui Tomira dan toko-toko yang ada di Kulonprogo. Memang belum ke luar daerah karena masih fokus pemasaran lokal terlebih dahulu,” katanya.

Nurhadi menilai, peredaran Star Prog di wilayahnya sendiri masih sangat lemah. Di kedai-kedai kopi Kulonprogo misalnya, belum tersedia Star Prog. Karena itulah, fokus pemasaran kopi tersebut masih sebatas lokal Kulonprogo saja.

“Kopi Menoreh harus menguasai pasaran daerah,” tegasnya.

Terkait branding kopi dari Perbukitan Menoreh dengan nama Star Prog, menurut Nurhadi, dilakukan agar kopi Kulonprogo memiliki nilai dan kekuatan di pasaran. Langkah serupa pernah dilakukan Pemkab dalam mem-branding batik khas Kulonprogo yakni geblek renteng, berupa motif yang menyerupai bentuk geblek sebagai makanan khas Kulonprogo. Diharapkan, setelah ini Star Prog akan terkenal menjadi kopi asli dari Kulonprogo.

Harapan serupa pernah disampaikan Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo. Orang nomor satu di Kulonprogo ini bermimpi, Kopi Star Prog bisa berada di Bandara NYIA sebagai tempat ngopi para pengguna pesawat di bandara internasional Kulonprogo tersebut.

“Jadi kalau di bandara lain ada Star Buck, kita punya Star Prog,” tukasnya. (Unt)

 

Read previous post:
ARM Turunkan 9 Personel Tangani Korban Gempa Lombok

GEMPA Lombok kembali memberi penyadaran akan pentingnya kebersamaan bangsa ini dalam menghadapi bencana. Ikatan batin sebagai saudara sebangsa dan setanah

Close