SAMBUT IDUL ADHA – Ramai-ramai Berburu ‘Pisau Kelet’

PERAYAAN Idul Adha atau Hari Raya Kurban tinggal menghitung hari. Kesibukan pun mulai terlihat di lapak-lapak para pandai besi di Pasar Bendungan, Wates, Kulonprogo, sebagai pusat penjualan dan reparasi berbagai macam pisau. Termasuk alat untuk memotong dan menguliti hewan kurban. Peningkatan pesanan pisau potong dan pisau kelet, sudah dirasakan para pandai besi sejak beberapa hari terakhir. Mursanto misalnya, mengaku kedatangan banyak konsumen yang membeli dan mereparasi pisau untuk keperluan Hari Raya Kurban.

“Peningkatannya sekitar 10 persen dari biasanya. Ada yang beli baru, ada juga yang memperbaiki pisau lama,” kata Mursanto, Minggu (5/8).

Menurut Mursanto, peningkatan permintaan pisau hewan kurban dirasakannya setiap tahun, jelang Hari Raya Idul Adha. Karena itulah, pria paruh baya ini kerap menunggu-nunggu momen penyembelihan hewan kurban yang berdampak pada peningkatan penghasilan.

Konsumen yang datang kepadanya, menurut Mursanto, mayoritas mencari pisau kelet untuk menguliti hewan kurban. Selain itu, ada yang mencari parang atau sejenisnya sebagai alat pemotong daging, tulang dan bagian lain dari ternak yang sulit dipotong dengan pisau biasa. “Memang berbeda, ini pisau khusus,” jelasnya.

Di Pasar Bendungan memang terdapat beberapa lapak pandai besi yang selalu jadi jujugan masyarakat sekitar. Mereka membuka lapak setiap hari pasaran Pahing dan Kliwon. Di sana, proses pembuatan pisau masih tradisional, sehingga penempaan besi dilakukan dengan bantuan pompa tiup untuk menyemburkan api.

Beberapa pisau yang bisa dipesan masyarakat di lapak pandai besi ini di antaranya pisau, parang, golok, celurit, cangkul dan perkakas pertanian lainnya. Masyarakat juga bisa mempertajam pisau atau memperbaiki bila ada bagian yang rusak.

“Bahannya besi baja dari bekas per atau alat kikir. Kalau sudah diolah, bahan ini lebih tajam dan tidak cepat tumpul, jadi awet,” tambah Mursanto.

Sementara penggunaan pompa angin tradisional untuk memijarkan besi, tetap dipertahankan Mursanto karena suhu panasnya terkendali. Dengan alat ini, penempaan besi lebih mudah dilakukan.

Meski pisau pabrikan sudah banyak beredar di pasaran, namun hingga kini lapak-lapak pandai besi di Pasar Bendungan masih ramai dikunjungi pembeli. Salah satunya adalah Sumanto, yang tetep setia menyambangi pandai besi karena bisa mendapatkan banyak keuntungan dibanding saat membeli pisau pabrikan. Di lapak pandai besi, Sumanto bisa memilih karakteristik produk yang diinginkan seperti ukuran, berat, bahan pembuatan, bentuk, dan sebagainya. Ia juga bisa memesan pisau sesuai selera dan mengaku ada kepuasan tersendiri.

“Kalau ada yang kurang, bisa langsung dibenahi sesuai keinginan saya,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
Koramil Moyudan Latih Paskibraka

SLEMAN (MERAPI) - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Babinsa serta prajurit Koramil Moyudan,

Close