Kena Hama, Melon Dipanen untuk Pakan Ternak

Petani membersihkan lahan melon yang gagal panen. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Petani membersihkan lahan melon yang gagal panen. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

LENDAH (MERAPI) – Akibat serangan hama jamur dan kutu kebul, para petani melon di Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah, Kulonprogo mengalami gagal panen pada musim tanam tahun ini. Sebagian tanaman melon tidak berbuah, sementara sebagian lagi menghasilkan buah kecil dan tidak layak jual, sehingga hanya digunakan untuk pakan ternak.

Serangan hama jamur dan kutu kebul ini membuat petani merugi hingga puluhan juta rupiah. Melon yang ditanam sejak dua bulan lalu tidak menghasilkan panen yang maksimal. Salah satu petani di Bulak Bumirejo, Klimin, Rabu (1/8), menyampaikan, tanaman melon yang diserang hama menjadi keriting, layu dan pupus. “Jadi tidak berbuah,” sesalnya.

Sementara tanaman melon yang sudah berbuah, menurutnya, tidak bisa berkembang sehingga buah melon tetap berukuran kecil meski sudah memasuki masa panen. Akibatnya, para petani yang seharusnya meraup untung justru merugi. “Seharusnya sudah panen, tapi malah seperti ini,” keluh Klimin.

Sebenarnya, para petani telah berupaya mengantisipasi serangan hama dengan menanam bibit yang tahan virus. Selain itu, juga dilakukan penyemprotan pestisida dan insektisida, namun tidak membuahkan hasil.
Buah yang kecil tidak bisa dijual para petani ke pasaran. Hal ini kemudian dimanfaatkan warga sekitar sebagai pakan ternak baik sapi maupun lembu. Penggunaan pakan ini dinilai bisa menghemat biaya.

Salah satu warga yang menggunakan melon kecil sebagai pakan ternak, Joyo Suwondo mengatakan, dirinya bisa menghemat biaya hingga puluhan ribu untuk pakan ternak ini. Sebab biasanya, rumput untuk pakan ternak harus direbus terlebih dahulu, namun jika dicampur melon tidak perlu melalui proses perebusan. “Jadinya lebih hemat,” ujar Joyo.

Kabid Holtikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Eko Purwanto menyampaikan, serangan di tanaman melon ini berbeda karena biasanya kutu kebul menyerang tanaman pepaya, singkong dan cabai.

Penanganan kutu kebul sebenarnya mudah dilakukan, jika serangan masih sedikit. Namun bila sudah meluas, penangananannya menjadi sulit. Dibutuhkan gerakan serentak agar serangan hama benar-benar hilang. “Kami minta petani segera melapor ke dinas agar cepat ditangani,” tegasnya. (Unt)

Read previous post:
ilustrasi
CABULI CUCU KANDUNG-Kakek Stroke Diseret ke Meja Hijau

BANTUL (MERAPI)- Seorang kakek yang tengah sakit stroke, HR (55) warga Pandak, Bantul diajukan ke meja hijau Pengadilan Negeri (PN)

Close