Difabel Kulonprogo Terima Alat Bantu

PANJATAN (MERAPI) – Sejumlah alat bantu seperti kursi roda, kruk dan kaki atau tangan palsu diberikan kepada difabel Kulonprogo dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) di Kantor Kecamatan Panjatan, Selasa (24/7). Dalam kesempatan tersebut, ratusan difabel juga berpartisipasi memeriksakan kesehatan mereka.

Asisten I Sekda Kulonprogo, Jumanto menuturkan, total ada sekitar 1.622 difabel yang mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan di Kantor Kecamatan Panjatan. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pemda DIY, Pemkab Kulonprogo dan pihak ketiga.

“Mereka berasal dari tiga kecamatan yakni Panjatan 563 orang, Lendah 571 orang dan Galur 588 orang,” kata Jumanto.

Difabel yang berpartisipasi dalam pelayanan Jamkesus ini, tidak hanya datang sendiri melainkan juga dijemput oleh tim. Pelayanan kesehatan melibatkan tenaga medis umum dan spesialis. Mereka yang dinyatakan sehat, kemudian ditawarkan untuk ikut pelatihan selama satu tahun sebagai upaya pemberdayaan ekonomi.

Jumanto menjabarkan, selama ini pelayanan dan akses bagi para penyandang disabilitas di Kulonprogo secara teknis menjadi tugas sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinsos, Dinkes dan Disdikpora. Di sisi lain, Pemkab juga bekerja sama dengan pihak ketiga dalam menangani berbagai kebutuhan para difabel.

“Tidak semua bisa terlayani, tapi kami terus mencoba memantau dan mengupayakan,” tegas Jumanto.

Sementara itu, Koordinator Pelayanan Jamkesos Terpadu Bapeljamkesos DIY, Agus Priyanto mengungkapkan, para difabel kerap mengalami kesulitan dalam mendapatkan pelayanan fasilitas kesehatan (faskes). Padahal, mayoritas dari mereka merupakan masyarakat miskin. Akibat kondisi ekonomi dan kendala akses faskes, para difabel harus mengalami penyakit yang bertambah parah.

“Dalam pelayanan Jamkesus Terpadu hari ini, sejumlah difabel diketahui menderita penyakit yang menyerang tulang, jantung dan otak. Mereka jarang mendapat pelayanan kesehatan atau memeriksakan diri karena keterbatasan fisik dan ekonomi,” kata Agus.

Meski demikian, menurut Agus, kondisi di DIY masih lebih baik dibanding daerah lain mengingat pemerintah setempat menjalankan sejumlah program untuk membantu para difabel dalam mengakses faskes. Selain itu, ada pula program pemberian Jamkesus terpadu, Posbindu dan homecare disabilitas.

“Pertemuan dan sosialisasi bersama Dinas Sosial, Puskesmas, Dinas Kesehatan dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia digelar rutin supaya akses faskes bisa mereka dapatkan. Berbagai program ini diyakini bisa membantu mereka,” ungkapnya. (Unt)

Read previous post:
Ban Pecah, NyemplungMERAPI-BAMBANG PURWANTO Warga berusaha memadamkan api yang menghanguskan mobil sales rokok.
Ban Pecah, Nyemplung Jurang, Mobil Ludes Terbakar

WONOSARI (MERAPI)- Mobil Daihatsu Expass nopol N-8340-T milik Muhammad Aziz Arifufdin (31) warga Desa Karanganom, Kabupaten Klaten, nyemplung jurang dan

Close