Peternak Sapi Diimbau Ikut Asuransi

WATES (MERAPI) – Tak hanya kepada petani tanaman padi, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo juga mendorong peternak sapi mengikuti asuransi usaha ternak sapi untuk memberikan jaminan keamanan.

Kepala Seksi Produksi Peternakan Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Budi Sasongko mengatakan, asuransi usaha ternak sapi (AUTS) dari Jasindo, khusus ternak sapi betina yang harganya Rp 10 juta.

“Besaran premi asuransi sebesar dua persen dari Rp 10 juta atau Rp 200 ribu. Karena dari pemerintah pusat memberikan subsidi, maka peternak dibebani 20 persen dan subsidi 80 persen. Artinya peternak hanya membayar premi asuransi sebesar Rp 40 ribu,” kata Sasongko kemarin.

Menurut dia, nominal tersebut sangat ringan. Syarat AUTS, yakni ternak sapi betina, umurnya minimal satu tahun. Persyaratannya, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP), tanda nomor dari asuransi. Kalau terjadi sesuatu difoto, ada surat keterangan dari puskeswan dan kecamatan, dan ditandatangani kepala dinas, sehingga dapat mencairkan klaim.

Kemudian, asuransi bisa diklaimkan karena mati bangkai, mati paksa dan kehilangan. Kalau kehilangan, harus ada keterangan dari kepolisian. Selanjutnya, mati bangkai harus ada visum atau keterangan dari dokter hewan. Kemudian, mati paksa karena sakit atau kecelakaan sehingga harus dimatikan.

“Lama asuransi itu selama satu tahun. Biasanya bisa diklaim sebesar Rp 10 juta dalam waktu dua minggu,” katanya dilansir Antara.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Nur Syamsu Hidayat mengatakan selama ini masyarakat belum banyak yang mengetahui adanya AUTS. Tapi sejak 2016, jumlah sapi yang diikutkan AUTP sebanyak 124 ekor.

Pernah terjadi klaim lima ekor pada 2017, dan klaim dicairkan kurang dari dua minggu. Seperti di Kecamatan Kalibawang, Panjatan dan Galur. “Asuransi ini tidak hanya berlaku untuk ternak-ternak bantuan pemerintah, tapi sapi milik individu juga diikutkan,” katanya.

Nur Syamsu mengatakan, dirinya tidak tahu target AUTS, khusus untuk Kulonprogo. DIY juga belum memberikan jumlah target per kabupaten/kota. Pendaftaran AUTS paling lambat 15 Desember setiap tahunnya.

“Kami mengusulkan, tapi DIY mempersilakan semua peternak bisa mengikuti AUTS,” paparnya. (*)

Read previous post:
Pelibatan Kakak Kelas dalam PLS Sebatas Pendamping

KOTAGEDE (MERAPI) - Hari pertama masuk sekolah Senin (16/7) siswa baru jenjang SMP di Kota Yogyakarta diisi dengan kegiatan Pengenalan

Close