Lebih Murah, Telur Pecah pun Laris

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H Pedagang telor di Pasar Denggung Sleman.
Harga telur masih mahal pascalebaran.

WATES (MERAPI) – Kenaikan harga telur ayam yang cukup signifikan sejak Lebaran, masih dirasakan para pembeli di Pasar Wates. Akibatnya, mereka lebih memilih membeli telur yang sudah rusak cangkangnya karena dijual dengan separuh harga.

Pantauan di Pasar Wates, Kamis (12/7) menyebutkan, saat ini harga telur ayam berkisar Rp 27.000 per kilogram. Kenaikan harga dimulai sejak Lebaran lalu yakni mulai Rp 23.000 per kilogram dan terus mengalami perubahan harga setiap harinya.

Berbagai upaya pun dilakukan pembeli untuk mengatasi kenaikan harga ini, salah satunya dengan membeli telur pecah. Nining Wahyuni misalnya, terpaksa membeli telur yang sudah pecah agar lebih irit. Pembelian telur pecah, menurutnya akan lebih hemat.

“Rp 10.000 sudah dapat 10 butir. Asal langsung dimasak saja, tetap sama dengan telur biasa,” katanya.
Nining berharap, harga telur bisa kembali normal. Apalagi, kebutuhan pokok yang lain juga terus mengalami kenaikan setelah Lebaran.

Salah satu pedagang di Pasar Wates, Rawi, membenarkan banyaknya pembeli yang memilih telur pecah. Pasalnya, harga telur terus mengalami kenaikan bahkan hingga Rp 1.000 per harinya.

“Pas Lebaran Rp 23.000, lalu naik jadi Rp 25.000, sekarang naik lagi Rp 26.000 bahkan Rp 27.000 per kilogram,” keluhnya.

Rawi tidak tahu pasti, apa yang menjadi penyebab kenaikan harga ini. Apalagi, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas ayam potong.

Salah satu pedagang daging ayam, Darti mengungkapkan, harga daging ayam semula Rp 32.000 saat Lebaran. Setelah itu, harga daging ayam terus naik hingga sekarang mencapai Rp 39.000 per kilogram.

“Naiknya bahkan sampai Rp 2.000 per hari,” ujarnya.

Kenaikan harga ini, menurut Darti, berpengaruh pada jumlah pembeli. Sejak ada kenaikan harga, pembeli yang mampir ke los nya mengalami penurunan sampai 50 persen.

“Kalau untuk konsumsi harian menurun drastis. Kami hanya mengandalkan warga yang sedang menggelar hajatan saja,” ujarnya.

Di sisi lain, sebagian pembeli memilih membeli balungan, jeroan, kepala dan ceker. Bagian ayam jenis ini harganya stabil tanpa ada kenaikan. (Unt)

Read previous post:
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa digiring menuju sel tahanan usai menjalani persidangan di PN Bantul.
TERDAKWA 7 KALI SETUBUHI KORBAN-Hamili Anak Kandung Dituntut 12 Tahun

BANTUL (MERAPI)-  Terdakwa Sup (40) warga Kempul Kulon, Banguntapan, Bantul dituntut 12 tahun penjara potong masa tahanan dalam sidang yang

Close