Petugas Buang Isi Minuman Kedaluwarsa

Petugas memeriksa barang dagangan yang telah melewati batas tanggal kedaluwarsa. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Petugas memeriksa barang dagangan yang telah melewati batas tanggal kedaluwarsa. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

PENGASIH (MERAPI) – Puluhan makanan dan minuman kedaluwarsa ditemukan petugas dalam razia gabungan di Pasar Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kulonprogo, Jumat (25/5). Demi menghindari penyalahgunaan, minuman kedaluwarsa tersebut kemudian disita, bahkan dibuang isinya oleh petugas.

Razia gabungan melibatkan petugas dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Pangan serta sejumlah instansi terkait. Pemeriksaan dan pengawasan meliputi makanan dan minuman, obat-obatan serta kosmetik di pasar tradisional.

Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Kulonprogo, Qumarul Hadi menyampaikan, seluruh makanan dan minuman yang kedaluwarsa disita pihaknya dari sebuah toko di dekat pasar. Barang dagangan tersebut bahkan masih ada yang dipajang oleh pemilik toko.

“Kami minta pemilik toko lebih teliti dalam menjual produk makanan dan minuman. Ia juga diminta untuk menandatangani surat pernyataan bahwa tidak akan menjual produk kedaluwarsa lagi,” tegas Qomarul.

Dalam razia petugas juga berhasil menemukan 200 gram ikan gabus asin serta 100 gram ikan asin jenis layur yang dinyatakan positif mengandung formalin. Dua sampel tersebut diambil dari salah satu pedagang di Pasar Jombokan. Kadar formalin yang terkandung di dalamnya sangat tinggi, yakni sekitar 200 mg/L.

“Seluruh ikan asin tersebut kami minta untuk tidak dijual lagi,” imbuhnya.

Saat dimintai keterangan, pedagang ikan asin berformalin, Supriyati (48) mengaku baru kali ini menjual ikan asin yang dinyatakan positif mengandung formalin. Ia mendapatkan ikan tersebut dari salah satu pasar di Purworejo, Jawa Tengah.

“Baru minggu kemarin beli. Nggak banyak, cuma dua kilogram. Sisanya tinggal ini, lainnya sudah laku. Saya tidak tahu kalau ikannya positif mengandung formalin,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik toko yang menjual produk kedaluwarsa, Herjani (60) menyampaikan, produk kwdaluwarsa yang ditemukan petugas baru akan ditukarkan ke masing-masing distributor. Ia juga mengaku kerap lupa tidak mengecek batas tanggal kadaluarsa barang dagangannya. “Terkadang cuma saya tumpuk begitu saja,” katanya. (Unt)

Read previous post:
HokBen Gelar Buka Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

PELOPOR makanan bergaya Jepang, HokBen, Rabu (23/5) menggelar acara kegiatan buka bersama anak yatim dan dhuafa. Kegiatan rutin saban ramadan

Close