KOMUNITAS MOTOR KLASIK ‘JOGJA GENTLEMAN’ – Apreasiasi Kopi Lokal Lewat Panen Bareng Petani

MERAPI-AMIN KUNTARI Panen kopi di Perbukitan Menoreh, Kulonprogo.
MERAPI-AMIN KUNTARI
Panen kopi di Perbukitan Menoreh, Kulonprogo.

BANYAKNYA varian kopi lokal yang dicicipi saat menggelar jumpa darat di berbagai kedai, ternyata membuat anggota komunitas motor klasik Yogyakarta, Jogja Gentleman penasaran. Mereka lantas mendatangi salah satu daerah penghasil kopi yakni Samigaluh Kulonprogo, lalu turut memanen dan mengolah kopi bareng petani di Kebun kopi di wilayah Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh.

Kulonprogo memang merupakan lokasi yang tepat bagi anggota Jogja Gentlemen untuk mempelajari seluk-beluk kopi lebih dalam. Sebab daerah ini merupakan penghasil kopi Kulonprogo yang kenikmatannya tak lagi diragukan, yakni Kopi Suroloyo atau Kopi Menoreh. Sedikitnya, ada 20 anggota Jogja Gentlemen yang datang ke sana. Mereka bahkan tidak datang sendiri, namun juga ditemani komunitas Kerabat Ngopi yang fokus mengangkat potensi kopi di DIY.

Bukan hanya sekedar menikmati seduhan kopi asli Kulonprogo, anggota Jogja Gentleman juga bertemu langsung dengan para petani kopi di Perbukitan Menoreh. Mereka tak segan turut terlibat dalam panen kopi bersama petani demi mengetahui proses pengolahan kopi sebelum dinikmati. Di sela panen inilah, anggota Jogja Gentleman diajarkan cara memanen kopi yang benar, hingga dijabarkan beberapa metode pengolahan kopi pascapanen.

“Dari sini, kami jadi lebih tahu macam-macam varietas kopi, termasuk bagaimana cara memetik kopi yang benar,” kata salah satu anggota Jogja Gentleman, Renanda Gustafyawan (23).

Anggota Jogja Gentleman boleh dibilang didominasi para remaja. Dengan bergabung di komunitas tersebut, mereka bertekad menepis pandangan negative, komunitas motor seperti kebut-kebutan di jalanan. Pihaknya kemudian berupaya melakukan kegiatan yang bermanfaat, salah satunya dengan mendukung pengembangan kopi yang ada di Yogya, termasuk Kopi Suroloyo.

Niat untuk mengangkat kopi lokal DIY ini, menurut Renanda, diperoleh secara tidak sengaja. Anggota Jogja Gentleman yang kerap mencicipi varian kopi lokal saat jumpa darat di berbagai kedai, kemudian berkeinginan mengetahui langsung proses pembuatannya.

“Kami lantas datang ke hulu untuk mempelajari setiap tahap pengolahan kopi,” jelasnya.

Kegiatan seperti ini, lanjutnya, baru pertama kali dilakukan Jogja Gentleman. Meski demikian, mereka tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan produk kopi lokal, salah satunya yang berasal dari Kulonprogo.

“Ternyata, memanen dan mengolah kopi itu tidak mudah. Dibutuhkan keahlian khusus dengan berbagai teknik. Kami semakin cinta dengan kopi lokal,” katanya.

Kecintaan anggota Jogja Gentleman terhadap kopi lokal memang pantas dirasakan. Sebab kopi lokal terutama dari Perbukitan Menoreh Kulonprogo jenis arabika, memang memiliki cita rasa di atas rata-rata. Benar-benar nikmat.

Penggagas Komunitas Kerabat Ngopi, Riyanto (21) menyampaikan, cukup banyak para pecinta kopi yang memberikan acungan jempol terhadap kopi arabika asal Perbukitan Menoreh. Pihaknya kemudian berkeinginan untuk terus mengangkat potensi lokal tersebut di mata nasional bahkan internasional.

“Namun hingga kini, kami masih mengalami kendala yakni ketersediaan kopi arabika yang masih minim. Biasanya setelah tiga atau empat bulan dari masa panen, stok kopi sudah habis. Kami berharap ini menjadi perhatian banyak pihak,” katanya.

Sementara itu, petani kopi, Windarno (35) menyebut, sebagian besar kopi arabika yang ditanam oleh para petani terbagi dalam dua varietas. Pertama adalah varietas S-line, kemudian yang kedua varietas Kartika. Namun di samping itu, para petani juga tengah mencoba mengembangkan beberapa varietas baru.

“Kalau panen, biasanya kita campur antara S-line dengan Kartika karena jumlahnya terbatas, kemudian kita beri label mix varietas. Namun, ada juga yang disendirikan, tergantung permintaan,” pungkasnya. (Unt)

 

Read previous post:
MERIAHKAN DIES NATALIS KE-54 UNY – Gelar Senam Bersama dan Festival Kuliner Tradisional

RIBUAN peserta senam bersama memenuhi Stadion Atletik dan Sepakbola Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jumat (4/5). Usai senam sebagian peserta berhamburan

Close