Proses Konsinyasi Rampung, Pembersihan Lahan Bandara Kulonprogo Dilanjutkan

Proses pemberishan lahan Bandara NYIA di Temon Kulonprogo. (Antara)
Proses pemberishan lahan Bandara NYIA di Temon Kulonprogo. (Antara)

WATES (MERAPI) – Perseroan Terbatas Angkasa Pura I segera melanjutkan pembersihan lahan proyek Bandara New Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulonprogo pascaberakhirnya proses konsinyiasi 14 bidang tanah milik warga di Pengadilan Negeri Wates.

“Dengan diselesaikannya proses penitipan ganti kerugian atas 14 bidang tanah warga tersebut, selanjutnya akan dilaksanakan penyelesaian <I>land clearing<P> atau pemerataan lahan,” kata Juru Bicara Proyek Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT AP I Agus Pandu Purnama di Kulonprogo, Selasa (20/3).

Seperti diketahui, Pada Senin (19/3), PN Wates menggelar sidang terakhir dengan agenda putusan atas 14 perkara konsinyasi ganti rugi lahan milik warga yang masih tersisa. Kesemuanya merupakan perkara yang didaftarkan pemrakarsa pembangunan bandara dari PT Angkasa Pura I pada 2018 untuk konsinyasi ganti rugi pembebasan lahan. Registrasi perkara terakhir dilakukan pada 5 Maret 2018 lalu dan sejak itu tidak ada tambahan pengajuan lagi.

Agus mengatakan, pembersihan atau pemerataan lahan sangat diperlukan untuk melanjutkan proses konstruksi pembangunan bandara baru, NYIA di Temon.

“Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat khususnya warga yang berada di wilayah Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo untuk turut serta mendukung,” harapnya dilansir Antara.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, pascapenyelesaian perkara konsinyasi lahan ini pihaknya akan mendata dan mengidentifikasi keluarga terdampak yang masih benar-benar menolak serta mempersiapkan upaya relokasinya.

Hal itu dilakukan untuk meminimalisasi dampak negatif yang mungkin muncul. Ia menegaskan pemkab akan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dalam pendekatan kepada warga yang masih bersikeras menolak proyek pembangunan tersebut. Hasto berharap proses akuisisi lahan ini tidak akan menimbulkan konflik berkepanjangan.

“Pemkab Kulonprogo bersama Forkopimda dan PT AP I akan menggelar rapat koordinasi berikutnya untuk membahas teknis eksekusi terbaik. Saya mengimbau warga yang masih menolak bisa bersama-sama pemkab berembug mencari solusi terbaik,” kata Hasto.  (*)

Read previous post:
PKL Reresik Malioboro Bantu Kebut Revitalisasi Pedestrian

UMBULHARJO (MERAPI) - Kendati pedestrian Malioboro sisi barat sedang dibangun, tapi kegiatan Selasa Wage Reresik Malioboro tetap akan berjalan pada

Close