Perbaikan Irigasi Kalibawang Bikin Petani Ketar-ketir

Petani menggarap sawah di wilayah Banguncipto Sentolo. (MERAPI-AMIN KUNTARI)
Petani menggarap sawah di wilayah Banguncipto Sentolo. (MERAPI-AMIN KUNTARI)

SENTOLO (MERAPI) – Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat bersiap melakukan perbaikan irigasi Kalibawang, pertengahan Maret ini. Meski dianggap sudah dijadwalkan secara matang, sebagian petani masih mengeluhkan perbaikan tersebut dan berharap pelaksanaannya diundur akhir April mendatang.

Salah satu petani di Dusun Bulak, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Mujiyono (45) menyampaikan, pelaksanaan perbaikan akan diikuti jadwal pengeringan, Minggu (15/3) mendatang. Kondisi ini akan berakibat kekeringan di sawah garapan.

“Meski masih hujan saat masa tanam akhir Maret ini, tanaman padi kami tetap akan kekeringan saat perbaikan berlangsung,” katanya, Rabu (7/3).

Ia menguraikan, para petani di Banguncipto akan menanam padi di akhir Maret ini. Mereka masih membutuhkan air hingga akhir April mendatang. Sementara jika perbaikan direalisasikan, jadwal pengeringan aliran air Kalibawang terjadi pada pertengahan April. “Sebagai solusinya, kami hanya mengandalkan air hujan,” imbuhnya.

Karena itulah, Mujiyono berharap dinas terkait turun tangan menyiasati proses pengeringan tersebut. Jika jadwal perbaikan tidak bisa diundur, dinas seharusnya mengalihkan aliran air dengan pipa agar tetap mengalir saat perbaikan saluran air Kalibawang berlangsung.

Hal senada diungkapkan petani lain warga Dusun Plosorejo Desa Banguncipto, Waljiyem (39). Ia berpendapat, perbaikan yang berdampak pengeringan bisa menyebabkan tanaman petani mati. Terlebih saat ini, para petani sedang menanam padi yang membutuhkan air. “Kalau bisa, di undur akhir April,” ujarnya.

Diakui Waljiyem, pihaknya telah mendapat sosialisasi terkait jadwal perbaikan irigasi melalui Kelompok Tani Mulya di Plosorejo. Dalam sosialisasi juga telah disepakati untuk menanam padi.

Saat dikonfirmasi, Kabid Pengairan DPU Kulonprogo, Hadi Priyanto menyampaikan, perbaikan irigasi telah dijadwalkan pada masa tanam ke II. Dalam masa itu, tanaman sudah tidak terlalu membutuhkan air. “Seharusnya para petani bisa tanam lebih awal, kan sudah dijadwalkan,” katanya.

Sebelum menjadwalkan perbaikan irigasi, Hadi juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo. Masa tanam dan persoalan pertanian lainnya telah disesuaikan melalui DPP Kulonprogo. “Sudah diminimalisir dampak yang ada,” tegasnya. (Unt)

Read previous post:
Soal Pembongkaran Bangunan Kuno di Kotabaru, Disbud: Bukan BCB, Boleh Direhab

GONDOKUSUMAN (MERAPI) - Pembongkaran bangunan kuno di Jalan Juwadi Kotabaru dipersoalkan warga setempat. Alasannya bangunan kuno itu berada di kawasan

Close