Pilkades Serentak di Pati Diwarnai Demo Kecil

Suasana kemeriahan pilkades setentak di Pati. (Foto: Alwi Alaydrus).

PATI (MERAPI) – Pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak kabupaten Pati l/2021, Sabtu (10/4) berlangsung sukses. Gelaran pilkades di 215 desa, sempat diwarnai aksi demo kecil di wilayah kecamatan Tlogowungu dan Sukolilo. Serta didapatkan seorang warga desa Kutoharjo meninggal dunia karena mabuk.

Korban meninggal dunia, adalah Tumijan (50), warga Dukuh Karangdowo, Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati. Korban ditemukan warga saat berbelanja di pos kamling.

Yang menarik pada pilkades serentak kemarin, yakni penerapan prokes yang cukup ketat. Para pemilih harus rela antre, dan diberi sarung tangan saat menuju ke bilik coblosan.

Para warga (pendukung) juga ada yang melakukan konvoi untuk mengawal kerumah kades terpilih. Bahkan pesta arak-arakan ada yang berlangsung hingga malam hari.

“Demo kecil merupakan bunga demokrasi. Mereka sudah ngupi bareng. Jadi sudah tidak ada permasalahan” kata bupati Pati, H Haryanto SH MM MSi, menjawab masalah demo kecil.

“Alhamdulilah. Pilkades serentak berlangsung sukses” tambah bupati Haryanto.

Sementara itu, hasil coblosan di sejumlah desa memang memunculkan figur yang dijagokan warga, berhasil memenangi pilkades. Seperti Hj Masripah SE terpilih menjadi kades Pekuwon kecamatan Juwana, Sutikno menjadi kades Trimulyo (Kayen), H Nur Muhlisin desa Ngablak, dan Agus Sudarmono SH MM (Wedarijaksa).

“Kemenangan kades terpilih karena banyak mendapar dukungan dari tim relawan” kata Supriyadi, seorang relawan Kayen. Hal yang sama juga diungkapkan Agus Supriyanto SE (Jakenan).

Kejutan terjadi pada pilkades Sidomukti kecamatan Margoyoso. H Karwito SPd MPd secara diluar dugaan dikalahkan istrinya sendiri, Suharwati. Demikian juga di desa Slungkep (Kayen). Mantan kades Margono ditumbangkan Agus Susanto, pesaing terdekatnya.

“Kades terpilih berasal dari berbagai profesi. Ada yang dari ASN, wiraswasta, kader Anshor dan jurnalis” kata anggota presidium LSM Dewan Kota, Masud. (Cuk)

Read previous post:
Pancaroba ‘Tandur’ Tanaman Tak Butuh Air

TEMANGGUNG (MERAPI) - Petani dapat menanam tanaman tertentu yang tidak banyak membutuhkan air pada masa pancaroba, dengan harapan masih dapat

Close