Banyak Cakades Kekurangan Dana

Tiga orang cakades Bulumanis Pati selalu melakukan kegiatan secara bersama. (Foto: Alwi Alaydrus).

PATI (MERAPI) – Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Saiful Arifin secara marathon melakukan peninjauan persiapan Pilkades serentak di 215 desa. Pesta demokrasi tingkat desa tersebut, akan diikuti 521 cakades, dan akan berlangsung (10/4).

“Siapapun yang dipilih, berarti mendapat kepercayaan masyarakat. Dan demi mewujudkan Pilkades damai, maka panitia harus bersikap netral” kata bupati Pati, Haryanto, Kamis (7/4).

Dijelaskannya, desa yang menggelar pilkades tidak terjadi permasalahan. “Bahkan sejumlah desa yang sebelumnya diindikasi rawan, ketika dipantau cenderung aman dan tidak ada permasalahan” ucap Bupati Haryanto yang didampingi Wakil Bupati Saiful Arifin.

Sementara itu, seorang tokoh masyarakat kecamatan Tambakromo, H Jaka Waluya SH mengaku sangat prihatin terhadap gelaran pilkades serentak I/2021. Karena berdasar pengamatannya belum ada indikasi kenaikan kualitas apresiasi pemilih.

“Perhatian pemilih (warga) masih tertuju terhadap berapa besaran uang yang akan dibagikan timses?. Mereka belum mau mempelajari visi misi cakades” ujarnya.

Akibat tuntutan dari calon pemilih tersebut, memaksa calon kepala desa yang bingung karena harus mencari dana untuk pemilih.

“Uang saku untuk pemilih, itu istilahnya sebagai pengganti uang libur kerja. Ini yang sangat memberatkan para cakades” tutur Jaka Waluya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur LBH Joeang Pati, Fatkurohman SH. “Banyak calon menyiapkan anggaran lebih dari Rp 1 milliar. Untuk digunakan uang saku pemilih” ujarnya.

“Bahkan ada beberapa desa yang sudah menyiapkan berbagai hadiah untuk persiapan pesta kemenangan cakades. Ada hadiah berupa hewan ternak, sampai speda motor. Ini sebagai upaya (trik) untuk menarik pemilih” kata Fatkurohman.

Ketua koordinator Dulur Ganjar (DG) Pati, Budi Antoro menyatakan untuk mendapatkan pemimpin yang kapabel, berintegritas dan amanah, masih jauh panggang dari api.

“Saat ini kekuatan uang, keluarga, dan jaringan serta tekanan masih sangat menguasai dimasyarakat. Visi, misi cakades hanya sekedar formalitas belaka. Masyarakat belum punya keberanian mengambil sikap dalam penilaian setiap balon’ ujarnya.

“Uang masih menjadi acuan utama karena masih bersikap sangat prakmatis. Karena masyarakat mungkin belum merasakan kehadiran negara (pemimpin)” tambah Budi Antoro.

Dari 215 desa yang menggelar pilkades, yang paling damai adalah desa Bulumanis Kidul kecamatan Margoyoso. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan penampilan keharmonisan 3 cakadesnya. Setiap melakukan aneka kegiatan, seperti minta restu ke rumah pemilih, maka tiga cakades selalu tampil bersama. (Cuk)

Read previous post:
Program IP 400, Petani Desa Pondok Gelar Tasyakuran Panen Padi

SUKOHARJO (MERAPI) - Bupati Sukoharjo Etik Suryani menghadiri acara tasyakuran panen padi petani di Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kamis (8/4).

Close