Ganti Wilayah Pati Utara Diterjang Banjir

Keadaan akibat banjir bandang di wilayah Dukuhseti Pati. (Foto: Alwi Alaydrus).

PATI (MERAPI) – Belum reda “banjir rawa” di Pati selatan, kini musibah terjadi lagi. Wilayah Pati utara, yakni kecamatan Tayu dan Dukuhseti diterjang banjir bandang, Selasa (23/2) malam hingga Rabu (24/2) pagi. Banjir menyebabkan ribuan areal sawah dan tambak rusak, serta ratusan rumah terkepung air.

Banjir bandang yang menerjang wilayah Tayu dan Dukuhseti sebagai dampak tingginya curah hujan lereng gunung Muria sebelah timur dan utara. Sejumlah alur kali dan bendung tidak mampu menampung luapan air dari hulu. Selain itu, keadaan diperparah akibat hilangnya hutan jati di kawasan Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngarengan karena berubah menjadi perkebunan yang dikelola warga.

Selama dua hari terakhir, curah hujan di wilayah Tayu dan Dukuhseti, ketinggiannya mencapai 294 milimeter.

Relawan tanggap bencana, Alan Arsalan SH menyebutkan, banjir bandang menyebabkan 1175 rumah di desa Dukuhseti terkepung air, desa Bakalan 759, Tegalombo 167, Dumpil 25, Banyutowo 195, Puncel 450, Wedusan 23, dan desa Kembang 500 rumah.

Banjir bandang yang menerjang Dukuhseti, menyebabkan lumpuhnya arus lalulintas di sejumlah ruas jalan. Seperti di depan pompa bensin Bakalan, Ngagel, Alasdawa, dukuh Kedawung, desa Dukuhseti sampai ke Puncel.

“Ini akibat bendungan desa Ngagel tidak dapat menahan debit air, sehingga air meluap ke pedasaan, kawasan sawah dan tambak ” ucap Selamet Riyadi, warga Dukuhseti.

Air bah menerjang desa Wedusan kecamatan Dukuhseti. Ketinggian air sampai 50cm, sehingga menyebabkan 6 rumah terendam. Penyebabnya karena meluapnya sungai perbatasan antara desa Semirejo kabupaten Jepara dengan desa Wedusan kecamatan Dukuhseti.

Relawan bencana alam, Gunawan SH merincikan 5 rumah di desa Wedusan yang terendam banjir. Yakni milik Musallam, Rudi, Siti Umaroh, Subadi dan Ponirah.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati, H Darno, mengungkapkan sejumlah sungai di wilayah Kecamatan Dukuhseti yang tidak mampu menampung air bah. Yakni kali Lenggi, Pengarep dan Patoman,

”Air di bendungan Bonjoran meluber, sehingga menyebabkan banjir di Desa Grogolan, Ngagel, Bakalan,” ujar H Darno.

“Sedang kejadian banjir bandang di Kecamatan Tayu, akibat melubernya air dari kali Luwang dan bendung Glintiran, Lancer, dan kali Pakis” tambah Kabid SDA DPUTR Pati. (Cuk)

Read previous post:
Dinkes Lakukan Swab PCR Massal Bagi ASN

BANTUL (MERAPI) - Menyusul banyaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) di sebuah OPD yang terpapar Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul

Close