Denda Pelanggar Prokes di Pati Rp 100 Ribu Sampai Rp 1 Juta

Bupati H Haryanto memberikan keterangan perss masalah covid19 di Pati. (Foto: Alwi Alaydrus).

PATI ( MERAPI ) – Untuk menurunkan posisi Pati dari zona resiko tinggi, maka pemkab Pati akan menerapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. “Ada kenaikan jumlah konfirmasi Covid19 mulai bulan Maret hingga September,” ucap bupati H Haryanto, Senin(14/9).

“Perlu cepat disikapi agar masyarakat tidak terus menerus menganggap Covid19 sebagai hoax. Serta untuk menurunkan agar posisi Kabupaten Pati tidak meningkat ke zona yang lebih buruk” tambahnya.

Dikatakannya, perlu penggalakan gerakan 14 hari menggunakan masker. Yang dimulai Senin (14/9) sampai 27 September.

“Pelanggar prokes, tidak hanya mendapat sanksi sosial, namun juga pemberian sanksi berupa denda. Jika yang melanggar masyarakat, dendanya Rp 100 ribu, ASN dan Pemdes Rp 300 ribu serta untuk penyelenggara kegiatan atau pelaku usaha sebesar Rp 1 juta”, tegas bupati Haryanto.

Sementara itu, di Pati masih terjadi korban meninggal dunia akibat covid19. Korban pada Minggu (13/9), seorang warga desa Tluwah kecamatan Juwana. Serta seorang laki-laki warga desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo.

Ketua Tim Pemakaman Standar Protokol Covid-19 dari BPBD Pati, Khayun Fulanun SH, menerangkan, seorang korban covid19 lagi, adalah warga Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa. Korban berjenis kelamin perempuan, sempat menjalani perawatan di RSUD RAA Soewondo Pati. (Cuk)

Read previous post:
PPPA Daarul Qur’an Semarang Ajak Santri Yatim Liburan

BULAN Muharram merupakan salah satu bulan istimewa di antara empat bulan mulia yang lainnya. Berbagai keutamaan di bulan Muharram pun

Close