Tim Disnakkan Temukan Hati Sapi Bercacing, Dianjurkan Untuk Dimusnahkan

Petugas Disnakkan Karanganyar memeriksa kualitas daging kurban. (MERAPI-Abdul Alim)
Petugas Disnakkan Karanganyar memeriksa kualitas daging kurban. (MERAPI-Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar meminta masyarakat jeli sebelum mengonsumsi daging kurban. Dalam pemeriksaan sampel di lokasi pemotongan hewan kurban, ditemukan organisme parasit pada jerohan.

“Usai disembelih, hati dua ekor sapi di Masjid Agung Karanganyar terpapar cacing. Dianjurkan agar dibuang atau dikubur apabila seluruh organ rusak. Apabila sebagian saja, harap dipotong. Sedangkan yang dikonsumsi harus dimasak sampai benar-benar matang,” kata Staf Kesehatan Hewan Disnakkan Karanganyar, Fathurrahman kepada wartawan di pelataran Masjid Agung, Rabu (22/8).

Konsumsi organ berparasit menimbulkan efek berlainan. Bagi penderita alergi misalnya, dapat memicu sesak napas. Fathurrahman mengatakan, pihaknya sudah berupaya memberi obat pada hewan ternak yang akan dikurbankan mulai sebulan sebelum hari raya Idul Adha.

“Setiap kali pelayanan kesehatan ternak, selalu kita berikan obat. Entah hewan itu akan dikurbankan ataukah tidak. Namun dengan pesatnya lalu lintas ternak jelang Idul Adha, pemeriksaan satu persatu itu sulit. Pembeli juga sukar melacak riwayat kesehatan sapi atau kambing. Tahunya asal besar, gemuk dan cukup umur,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, temuan serupa juga ada di wilayah Gondangrejo. Selama hari pertama penyembelihan kurban hingga akhir hari tasrik, tim Disnakkan kabupaten dan kecamatan menyisir tempat pemotongan hewan komunal hingga ke masjid. Sasarannya pada aplikasi merebahkan hewan dan penyembelihan sesuai syariat Islam serta kualitas daging dan cara pembuangan limbah. Disnakkan menganjurkan, darah dan kotoran dibuang ke septic tank. Sangat tidak dianjurkan membuangnya ke selokan atau sungai kecil.

“Sejauh ini baru hati bercacing yang ditemukan. Belum ada indikasi antraks. Untuk hati bercacing, biasanya kelihatan teksturnya rusak. Sedangkan kalau antraks, limpa berwarna cokelat kehitaman,” katanya.

Sementara pada tahun ini, Takmir Masjid Agung Karanganyar menyembelih tiga ekor sapi sumbangan kolektif umat, Bank Daerah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sedangkan Pemkab membeli 35 ekor kambing kurban yang dibagikan secara tersebar ke tarmir masjid.

Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Karanganyar, Mustain Ahmad mencatat 5.186 sapi dan 11.279 kambing dikurbankan di 803 lokasi penyembelihan pada Idul Adha tahun ini.
“Jumlahnya lebih banyak dibanding tahun lalu yang totalnya 10.008 ekor sapi dan kambing. Artinya, kesejahteraan masyarakat dan ketaatannya meningkat,” katanya. (Lim)

Read previous post:
Pelaku UMKM Sukoharjo Pamerkan Produk Dalam Gelar Potensi Daerah

SUKOHARJO (MERAPI) - Sebanyak 125 stand satu diantaranya dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia mengikuti Gelar Potensi Daerah Sukoharjo Expo 2018

Close