TPA Sukoharjo Tambah Fasilitas Pengolah IPAL

Bak IPAL TPA Sukoharjo Pati. (MERAPI-Alwi Alaydrus)
Bak IPAL TPA Sukoharjo Pati. (MERAPI-Alwi Alaydrus)

PATI ( MERAPI ) – Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati melalui Seksi Pengelolaan Air Limbah sedang mempersiapkan fasilitas Sistem Pengelolaan Limbah Domestik, atau khusus penangkapan lumpur tinja di kawasan lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukoharjo, Kcamatan Margorejo. Hal tersebut sebagai upaya, agar setiap pengusaha yang mengelola pelayanan pembuangan tinja memenuhi standar buangan.

“Setiap pengusaha yang bergerak di bidang propreti, seperti pengembang perumahan, maka harus memenuhi ketentuan lokasi pengolahan limbah komunal rumah tangga. Sehingga limbah buangan dari WC setelah masuk septitank, berikutnya harus masuk ke fasilitas IPAL kumunal” kata petugas pengelola limbah TPA Sukoharjo, Wiryo, Rabu (15/8).

“Sekarang sedang dibangun IPAL penangkapan lumpur tinja yang proporsional. Supaya buangan air limbah jenis tinja tidak sampai merembes dan mencemari air di dalam tanah” tambahnya.

Fasilitas yang baru dibangun, adalah bak berukuran 10 X 20 meter, dan tinggi 1 meter dengan lantai dasar menggunakan konstruksi cor beton ketebalan 10 cm. Selain bak penampung air limbah dari tinja, yang pada akhirnya akab berproses menjadi lumpur tersebut, juga dilengkapi tiga bak yang berfungsi sebagai penampung tinja yang baru dikeluarkan dari mobil tinja.

Dari ketiga bak tersebut, setelah selesai berproses menjadi barang cair, lalu dialirkan ke bak utama yang dibagi menjadi tiga sekat. Dari bak-bak inilah cairan tinja akan terjadi endapan lumpur yang pengeringannya melalui sistem peresapan, sehingga sisa-sisa cairan yang harus ditampung ke bak lain hanya tinggal endapan lumpur.

Endapan lumpur yang sudah lembab, baru dipindahkan ke bak pengeringan. Selanjutnya, lumpur tinja lalu dilakukan pengolahan menjadi pupuk organik jenis kompos.

“Inilah kelebihan sistem IPAL, karena bisa memproses tinja menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi” ucap Wiryo.

“Limbah cair juga bisa diproses menjadi produk barang berupa pupuk cair yang siap dikemas untuk pupuk” tambahnya.

“Melalui sistem IPAL akan menjamin tidak akan berdampak pada terjadinya pencemaran air dalam tanah maupun alur kali. Bahkan, ‘air limbah maupun lumpurnya juga bisa diproduksi menjadi pupuk organik” ucap Wiryo. (Cuk)

 

Read previous post:
Uang Kembalian untuk Kemanusiaan Bisa Didonasikan Lewat Apotek

GONDOMANAN (MERAPI) - Masyarakat dapat menyalurkan donasi kemanusiaan lewat jaringan Apotek K-24. Donasi berupa uang kembalian tersebut akan disalurkan lewat

Close