Pemeriksaan Hewan Kurban Sampai ke Lokasi Terpencil

Petugas Disnakkan Karanganyar memeriksa kondisi poel kambing. (MERAPI-Abdul Alim)
Petugas Disnakkan Karanganyar memeriksa kondisi poel kambing. (MERAPI-Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnaklan) melakukan pemeriksaan hewan kurban dalam dua tahap, yakni di tempat penjualannya dan lokasi pemotongan. Pemeriksaan fokus pada kualitas aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).
“Untuk pemeriksaan di pasar hewan insidental maupun permanen, Selasa-Kamis (14-16) sedangkan di tempat pemotongan juga tiga hari mulai Idul Adha,” kata Staf Kesehatan Hewan Disnakkan Karanganyar, Fathurrahman, di lapak penjualan kambing di Suruhkalang, Jaten, Selasa (14/8).

Di lokasi tepi Jalan Solo-Tawanangu itu, tim memeriksa puluhan kambing yang dijual tiga pedagang di satu atap. Tim Disnakkan membawa mahasiswa Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) untuk memeriksa kualifikasi ASUH tiap ekor. Untuk memastikan kambing poel atau usia dewasa, petugas melihat pergantian gigi seri. Setelah dipastikan poel, petugas memasang kalung label. Di lapak tersebut, ternyata sebagian kambingnya belum cukup umur untuk dikurbankan.

“Kami berusaha membantu calon konsumen memilih hewan kurban layak. Kambing maupun sapi caranya sama. Poel atau tidaknya diperkirakan dari pergantian gigi seri,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, Disnakkan menerjunkan tiga tim yang bertugas secara tersebar di lokasi prioritas. Yakni Kebakkramat, Jaten dan Colomadu. Tiga kecamatan ini menjamur pasar hewan dadakan lebih banyak dibanding 14 kecamatan lain.

“Bukan berarti yang tidak diampu tim dibiarkan. Mantri ternak di kecamatan bertanggung jawab memeriksa. Bahkan sampai ke lokasi terpencil, tidak akan luput dari perhatian mantri ternak,” katanya.

Pada pemeriksaan hewan di tahap selanjutnya, tim akan fokus pada cara pemotongan, pembuangan limbah dan kualitas daging atau jerohan.

Fathurrahman memperkirakan jumlah hewan kurban pada Idul Adha tahun ini mencapai ribuan ekor dengan perbandingan kambing lebh banyak dari sapi.

Salah satu pedagang hewan kurban di Suruhkalang, Jaten, Dede Triatmodjo (25) mengatakan 61 ekor kambing ditawarkannya mulai Senin (13/8). Harga kambing-kambingnya mulai Rp 1,6 juta-Rp 5,2 juta per ekor.

“Paling mahal jenis Ettawa. Kalau yang murah itu kambing Jawa. Di tempat saya, dipersilakan memilih karena kalau sudah dibeli tidak boleh dikembalikan. Pembeli tinggal bilang alamat, akan diantar ke tujuan,” katanya seraya menyebut dagangannya didatangkan dari Wonogiri.
Ia mengaku lima ekor sudah laku terjual sejak Senin hingga Selasa siang. Diperkirakannya, transaksi paling ramai pada H-2 Idul Adha. (Lim)

Read previous post:
Pramuka Bentuk Pemuda Berjiwa Pancasila

SUKOHARJO (MERAPI) - Pramuka menjadi salah satu media perekat pemuda dan membentuk karakter dan berjiwa Pancasila. Hal tersebut disampaikan Bupati

Close