DINILAI MEMBERATKAN – Biaya Siswa SDN Gajahmati Rp 682 Ribu

PATI (MERAPI) – Sejumlah wali murid mengeluhkan uang masuk pendaftaran sekolah Tahun Ajaran 2018/2019 di SDN Gajahmati Pati. Keseluruhan beaya yang wajib dibayar wali murid mencapai Rp. 682.000. Jumlah tersebut dinilai sangat memberatkan warga.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, pewajibkan murid harus membayar beaya sekolah yang tembus ratusan ribu rupiah tersebut, dianggap bertentangan dengan Peraturan Pemerintah RI No 47 Tahun 2008 BAB VI pasal 9 ayat (1). Yang tertulis, Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar, tanpa memungut biaya. Serta Peraturan Bupati Pati No 28 Tahun 2917 BAB VI pasal 7 ayat (3). Yakni menjelaskan, dalam hal belum didanai dari BOS Pusat maka dana pendampingan BOS digunakan untuk membiayai operasional sekolah, berupa kegiatan dalam rangka penerimaan peserta didik baru, kegiatan pembelajaran dan ekstra kulikuler peserta didik, lomba yang berkaitan dengan upaya peningkatan mutu, kegiatan ulangan dan ujian sekolah, pembelian bahan habis pakai dan lain sebagainya.

Besaran beaya yang harus ditanggung orang tua wali murid, beredar di tengah masyarakat, melalui surat yang ditandatangani Kepala Sekolah Dasar Negeri Gajahmati, Susilowati, S.Pd. Yaitu meliputi pembelian seragam Batik, Pramuka, Olah Raga Rp. 250.000, topi Rp. 12.000, dasi Rp. 8.000, badge Merah Putih (2 buah) Rp. 10.000, badge Lokasi SD (2 buah) Rp. 8.000, logo SD (2 buah) Rp. 12.000, ikat pinggang (sabuk) Rp. 12.000, kaos Kaki (2 buah) Rp. 20.000.

Kemudian buku tulis, buku gambar, Foto Copy 1 Tahun Rp. 50.000, kegiatan Idul Qurban 1 Tahun Rp. 60.000, tabungan wisata 1 Tahun Rp. 180.000, LKS Kurtilas Semester 1 Rp. 60.000. Sehingga jumlah keseluruhan yang wajib dibayar wali murid tembus Rp. 682.000.

“Jumlah Rp 682 ribu sangat memberatkan” kata beberapa warga desa Gajahmati.

Sejumlah awak media yang mau konfirmasi, Selasa (24/7), ternyata Kepala Sekolah Susilowati tidak di tempat. Seorang guru memberitahu jika kepsek Gajahnati sedang mengikuti diklat di Kecamatan Jakenan selama satu minggu. (Cuk)

Read previous post:
Sistem Pertanian Terintegrasi Solusi Petani di Lahan Kritis

SUKOHARJO (MERAPI) - Pertanian modern terus dikembangkan di Sukoharjo sebagai upaya meningkatkan hasil panen sekaligus mengatasi masalah kesulitan air. Sistem

Close