Pati Mulai Alami Kekeringan

Ilustrasi kekeringan

PATI (MERAPI) – Sejumlah wilayah di kabupaten Pati mulai kekurangan air. Tanaman di sawah mati, embung mengering, bahkan sudah terjadi adanya warga yang berburu air hingga keluar desa. Wilayah yang paling merasakan kekurangan air, terjadi di 80 desa yang berada di 10 kecamatan di daerah Pati bagian selatan.

Dari pantauan wartawan, salasatu desa yang mengalami kekeringan, terjadi di desa Lumbungmas Kecamatan Pucakwangi. Kejadian tersebut sebagai dampak musim kemarau.

Warga terdampak musim kemarau mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan minum dan memasak. Sehingga membuat warga desa meminta bantuan dropping air ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati.

Sejumlah wilayah yang mulai mengalami kekeringan, yakni kecamatan Gabus, Winong, Pucakwangi, Kayen, Jaken, Sukolilo, Jakenan, Tambakromo, Batangan, dan Margorejo.

Diperkirakan wilayah kekeringan dapat semakin meluas karena musim hujan masih lama datangnya.

Kepala BPBD Pati, Sanusi Siswoyo SH MH ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya desa yang terdampak kemarau. “Kami sudah sering menerima permintaan pengedropan air bersih dari warga” ujarnya, Sabtu (14/7).

“Ada 82 desa di 10 kecamatan yang mengalami rawan kekeringan” tutur Sanusi Siswoyo.

Kepala BPBD Pati menambahkan, berdasarkan laporan BMKG, potensi kekeringan diperkirakan akan terjadi sepanjang bulan Agustus hingga Oktober mendatang. (Cuk)

Read previous post:
BPBD Karanganyar Antisipasi Potensi Kekeringan

KARANGANYAR (MERAPI) - Penyambungan fasilitas Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di wilayah potensial kekeringan diyakini

Close