Penerimaan PBB Tahun 2021 Ditarget Rp 22 Miliar

WONOSARI (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun anggaran 2021 menargetkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp 22 miliar dari 602.483 wajib pajak. Untuk jumlah wajib pajak ada kenaikan, berdasarkan jumlah ketetapan penerimaan PBB 0,78 persen dan capaian penerimaan APBD 2020 dari PBB-P2 lalu mencapai target yang ditentukan yakni sebesar Rp 25 miliar lebih dari total 599.877 wajib pajak.

“Meskipun dalam kumulatif mencapai target yang ditentukan tetapi masih terdapat tunggakan dari para wajib pajak dan besaran tunggakan ini masih cukup tinggi,” kata Kepala Sub Bidang Penagihan dan Pengawasan Badan Keunagan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Sutaryo Rabu (5/5).

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan adanya tunggakan, diantaranya karena wajib pajak tidak bisa ditemui, karena memang kesadaran dari wajib pajak kurang dan beberapa penyebab lain. Untuk saat ini pihaknya masih terus berusaha agar tetap bisa menyelesaikan tunggakan wajib pajak ini dengan mengintensifkan penagihan agar persoalan ini dapat teratasi. Adanya tunggakan ini salah satu penyebabnya juga dimungkinkan adanya masa pandemic Covid-19.
“Kami terus berusaha agar masalah tunggakan bisa teratasi,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Sub Bidang Pelayanan dan Keberatan BKAD Gunungkidul Atmaji Priosukendro menambahkan, bagi wajib pajak yang terlambat membayarkan kewajibannya tersebut akan dikenakan denda sebesar 2 persen dari besaran pajak yang telah ditetapkan dengan maksimal denda 48 persen.
“Untuk denda 2 persen dikenakan setelah waktu jatuh tempo, lewat dari tanggal jatuh tempo dendanya akan berjalan sampai maksimal dua tahun,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
September, UMY 100 Persen Kuliah Tatap Muka

SEPERTI biasanya, setiap mendekati berakhirnya Bulan Ramadan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar media gathering dengan mengundang wartawan dari berbagai media

Close