Amankan Kapal, Ratusan Nelayan Libur Melaut

MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Ratusan kapal nelayan Gunungkidul diamankan jauhi pantai.

WONOSARI (MERAPI)- Ratusan nelayan Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul libur melaut menyusul peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi adanya gelombang tinggi laut selatan dalam beberapa hari ke depanRabu (24/2).Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY, Sunu Handoko Bayu Segoro SIP menyatakan sebanyak 95 persen nelayan sudah tidak melaut karena prediksi gelombang tinggi berpotensi menimbulkan bahaya bagi nelayan dan warga yang beraktifitas di perairan laut.”Mereka sudah menyandarkan kapalnya menjuhi pantai sejak kemarin,” katanya dihubungi pada Rabu (24/2).

Dari hasil pemantauan selama dua hari kemarin, ketinggian gelombang laut sudah mulai terlihat dan sudah mulai ada kenaikan hampir seluruh perairan laut selatan. Hal serupa juga disampaikan Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono. Pihaknya juga sudah menginformasikan mengenai ketinggian gelombang laut terkini kepada para nelayan dengan berdasarkan peringatan dini dari BMKG yang dilansir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.”Mereka kami kirimkan grafik pergerakan gelombang untuk sepekan ke depan, sehingga langsung mengambil tindakan,” imbuhnya.

Perkembangan hingga Rabu (24/2) kapal-kapal milik nelayan tampak sudah ditepikan ke daratan, sementara cuaca wilayah pantai terjadi hujan ringan hingga sedang. Hari pertama prediksi BMKG Ketinggian gelombangnya sudah mencapai sekitar 13 feet dan dari perhitungan tingkat potensi bahaya masih relative aman .Tetapi kewaspadaan tetap terus dilakukan mengingat adanya peringatan dini yang diperkirakan sejumlah daerah akan terjadi cuaca ekstrem berpotensi terjadinya gelombang tinggi di sepanjang perairan pantai wilayah Gunungkidul dan DIY. Gelombang tinggi sendiri diprediksikan akan berlangsung empat hari mulai tanggal 24 hingga 28 Februari 2021 mendatang. “ Untuk perairan Gunungkidul sudah dilakukan antisipasi agar jika terjadi gelombang tinggi tidak menelan korban,” ucapnya.

Merilis dari prakiraan BMKG tersebut bahwa dampak yang timbul dari cuaca ekstrem tersebut berupa gelombang laut tinggi, angin kencang, serta hujan lebat. Kondisi ini dipengaruhi sirkulasi siklonik yang bergerak dari arah utara benua Australia yang diperkirakan akan melanda perairan laut termasuk di selatan Jawa dan DIY. (Pur)

Read previous post:
Polisi Nyamar Jadi Calon Korban, Penipu Ulung Diringkus

PENGASIH (MERAPI) - Sejumlah warga Kulonprogo menjadi korban penipuan yang dilakukan mantan sales perusahaan provider wifi, RW alias Aris (40).

Close