Relokasi Pedagang di Pantai Drini Ditunda

MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Pembangunan kios di Pantai Drini.

WONOSARI (MERAPI) – Rencana relokasi pedagang di kawasan Pantai Drini, Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul terpaksa ditunda karena pemangkasan anggaran akibat pandemi Covid-19 dan terkendala pembangunan kios yang belum selesai di lokasi tersebut.Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Supartono menyatakan relokasi lapak pedagang dipastikan mundur dari waktu yang telah direncanakan akibat terdampak pemangkasan anggaran padahal kondisi bangunan setengah jadi tersebut sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian.”Akibat terdampak pemangkasan anggaran maka rencana relokasi pedagang terpaksa ditunda,” ujarnya, Selasa (8/12).

Rencana relokasi lapak pedagang yang ada di sekitar bibir pantai tersebut bertujuan untuk mengantisipasi jika terjadi gelombang tinggi. Seperti yang terjadi pada tahun 2019 lalu, dimana beberapa rumah makan dan posko SAR tergulung ombak akibat gelombang tinggi, bahkan sebagian besar dan hilang. Juga beberapa tahun sebelumnya, gelombang tinggi juga menyebabkan kerusakan berapa unit bangunan. Saat ini terdapat 20 lebih lapak pedagang dan beberapa bangunan gazebo. Pemilik lapak maupun gazebo siap untuk memindahkan fasilitas wisata maupun lapak secara jika bangunan kios sudah siap ditempati.“Seperti penataan di kawasan pantai lain mereka bersedia pindah secara bersama-sama ” imbuhnya.

Pihaknya belum dapat memastikan kapan relokasi dapat dilaksanakan, tetapi saat ini akan mengajukan anggaran pada RAB tahun anggaran 2021 dengan nominal sebanyak Rp 2 miliar untuk penyelesaian kios.Selain kios, pemerintah juga akan membangun tempat parkir yang memadai di sisi timur dan tengah. Keterbatasan lahan mengakibatkan proyek ini akan memakan banyak waktu. Lokasi pantai yang berada diantara perbukitan memang mempersulit akses kendaraan masuk dan harus diberika solusi.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Aning Sri Mintarsih juga menjelaskan bahwa relokasi tersebut memang harus dilakukan. Sesuai dengan Perda kabupaten Gunungkidul No. 6 tahun 2011 pasal 30 bahwa 100 meter dari titik pasang tertinggi kawasan sempadan pantai merupakan kawasan lindung yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik bagi wisatawan.“Untuk perizinan, panduan kami adalah perda kabupaten Gunungkidul” terangnya. (Pur)

Read previous post:
KURSI GOYANG NENEK (1) – Untuk Properti Cerita Zaman Belanda

SEMASA hidup nenek senang duduk di kursi goyang. Setelah nenek wafat, Maya menyimpan kursi goyang itu di gudang belakang rumah.Maya

Close