3 Kapanewon Masih Ajukan Dropping Air Bersih

MERAPI-Bambang Purwanto
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki MSi.

WONOSARI (MERAPI) – Musim penghujan yang mulai terjadi sejak akhir oktober 2020 lalu belum mampu untuk mengatasi persoalan air bersih di Kabupaten Gunungkidul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat masih ada tiga Kapanewon Semin, Ngawen dan Gedangsari, .Untuk tiga wilayah krisis air bersih tersebut meskipun sudah diguyur hujan masih belum dapat mencukupi dan dari segi kualitas belum layak untuk dijadikan kebutuhan air bersih. “ Kami masih menjadwalkan dropping air bersih untuk ketiga kapanewon tersebut sesuai dengan permintaan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki MSi, Selasa (10/11).

Datangnya musim penghujan tahun ini memang berbeda dengan 2019 lalu untuk Kapanewon Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang hingga Kapanewon Purwosari datangnya musim penghujan lebih awal dengan intensitas curah hujannya tinggi. Dengan demikian dari sisi volume untuk pengisan air pada bak penampung air hujan tercukupi. . Dari data musim kemarau dan dropping air pada tahun ini lebih singkat jika dibanding 2019. Jika pada tahun lalu dropping dilakukan mulai bulan Mei namun tahun 2020 dropping air baru dimulai pada Juli akhir 2020.Tahun lalu dropping air berakhir pada pertengahan Desember sekarang bulan November sudah mendekati berakhir.“Total selama musim kemarau tahun ini ada 1.270 tangki air bersih yang sudah terdistribusi di wilayah krisis,” imbuhnya.

Dari evaluasi tingkat kebutuhan dropping air terbanyak di Kapanewon Rongkop dan paling parah mengalami kekurangan air bersih, namun demikian permasalahan kekeringan ini sudah mulai teratasi. Panewu Anom Rongkop, Agus Pramuji mengatakan, terakhir pihaknya mengajukan droping pada 9 Oktober 2020 lalu. Kebijakan penghentian drpping air dilakukan karena sudah seluruh kapanewon diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Bak penampung air hujan bagi warga yang tidak terjangkau air dari PDAM sudah dalam keadaan penuh. “ Dari segi kualitas air juga sudah layak untuk diminum karena selain sudah penuh Kapanewon Rongkop sering hujan dengan intensitas cukup tinggi,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Walikota Beri Waktu Sepekan untuk Perbaikan Sarana Pasar Prawirotaman

Close