KPPS dan PTPS Gunungkidul Belum Terpenuhi

WONOSARI (MERAPI) – Jumlah pendaftar calon Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) untuk Pilkada Gunungkidul 2020 belum memenuhi kuota dan dilakukan perpanjangan waktu pendaftaran dari sebelumnya dibuka tanggal 7-13 Oktober diperpanjang menjadi 14-18 Oktober 2020. Salah satu penyebab tidak banyak warga yang mendaftar salah satunya diduga disebabkan adanya persyaratan harus menyertakan hasil rapid test.

“Agar kuota terpenuhi waktu pendaftaran kita perpanjang,” kata Koordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Gunungkidul Rini Iswandari, Jumat (16/10).

Selain persyaratan harus menyertakan hasil rapid test terdapat beberapa faktor penyebab jumlah pendaftar belum tercapai.Pertama ketersediaan SDM yang memenuhi syarat minim. Dia mencontohkan ada 2 padukuhan di Kapanewon Girisubo yang SDM-nya memenuhi syarat nyaris tidak ada. Proses pendaftaran PTPS yang bersamaan dengan pendaftaran KPPS juga menjadi salah satu penyebabnya. Namun dari sejumlah penyebab, faktor paling dominan adalah persyaratan Rapid Test. Banyak warga yang enggan dan ragu-ragu untuk mendaftar lantaran adanya syarat tersebut.”Diduga karena harus menjalani Rapid Test dan menjadi syarat wajib mereka tidak berminat mendaftar,” timbuhnya.

Terkait degan sosialisasi dan rekrutmen PTPS juga sudah dilakukan bahkan pengumuman juga sudah disampaikan lewat balai pedukuhan, agar sasaran bisa dicapai dan diketahui warga Tetapi tidak banyak berdampak trhadap hasil yang dicapai dalam rekrutmn PTPS tersebut .Kendala serupa juga diungkapkan oleh Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani. Menurutnya, banyak calon pendaftar yang mengaku takut dengan salah satu persyaratan yang setiap pendaftar harus menjalani Rapid Test sebagai syarat utama agar bisa menjadi anggota KPPS.”Terkait beaya Rapid Test sebenanrnya ditanggung oleh APBN dan pendaftar tinggal mengikuti pemeriksaan,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui bahwa Kebutuhan PTPS dalam pilkada 2020 mendatang sebanyak 1.900 orang. Sementara kebutuhan pendaftar diharapkan paling tidak ada dua kali lipat dari kuota kebutuhan atau sekitar 3.600 orang dan saat ini baru ada pendaftar sebanyak 2.426 atau masih kurang 1.374 orang. dari segi pekerjaan, menjadi petugas PTPS sebenarnya cukup ringan. Beban kerja PTPS tersebut bertugas sejak dilantik pada 16 November hingga maksimal 7 hari pasca pilkada. Dia menjelaskan bahwa PTPS bertugas semenjak dilantik pada 16 November hingga maksimal 7 hari pasca pilkada. Namun pekerjaan terberat hanya dilakukan pada dua hari sebelum dan waktu pemungutan suara. (Pur)

Read previous post:
Sleman Pastikan Pilihan Lurah 20 Desember

SLEMAN (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilurah) Kabupaten Sleman akan dilaksanakan sesuai rencana, yaitu pada 20

Close