HUJAN ANGIN DI GUNUNGKIDUL: 28 Rumah Tertimpa Pohon, 3 Lokasi Longsor

MERAPI-BPBD GUNUNGKIDUL
Evakuasi usai hujan deras.

WONOSARI (MERAPI) – Dampak hujan deras selama dua hari di Kabupaten Gunungkidul menyebabkan terjadinya bencana alam melanda 30 titik, Selasa (10/3) dini hari. Bencana alam terbanyak disebabkan karena hujan deras disertai angina kencang menyebabkan 28 rumah rusakl tertimpa pohon, banjir di Kecamatan Girisubo dan longsor terjadi di Desa Tegalrejo Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul.

“Ke 30 kejadian terbanyak pohon tumbang menimpa rumah dan jalan, terjadi hampir di seluruh kecamatan ada yakni di Playen, Karangmojo, Purwosari, Girisubo, Tanjungsari, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Tepus, Semin dan terbanyak di Kecamatan Playen,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki MSi

Dari sejumlah kejadian terbanyak terjadi akibat hujan deras pada Selasa (10/3) dinihari saat seluruh warga tengah terlelap Selain pohon tumbang, intensitas hujan yang cukup deras dengan durasi cukup lama menyebabkan terjadinya bencana longsor di wilayah Ngoro-oro, Kecamatan Patuk dan di wilayah Kecamatan Nglipar. Untuk di wilayah Ngoro-oro, hingga menyebabkan akses jalan terputus. Sedangkan, di wilayah Nglipar, talud bangunan TK mengalami longsor,juga di Desa Tegalrejo, Gedangsari perbatasan antara Gunungkidul dan Klaten, Jawa Tengah.
“Dalam kejadian kemarin berakibat pada akses jalan terganggu, rumah rusak serta fasilitas umum lainnya juga terjena dampak,” terang dia.

Dalam proses evakuasi di sejumlah kejadian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bekerja sama dengan TNI/Polri, PMI, SAR, relawan, warga dan sejumlah pihak termasuk koordinasi dengan organisasi perangkat daerah lainnya. Terkait dengan terjadinya bencana ini pihaknya tidak henti-hentinya mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan terhadap meningkatnya intensitas curah hujan seperti yang terjadi saat ini.

Dalam sejumlah rentetan kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka dan jumlah kerugian akibat bencana alam tersebut kini tengah didata dan terbanyak rumah rusak akibat tertimpa pohon. “Saat ini antisipasi terjadinya bencana berpotensi menimbulkan dampak terhadap kerusakan pemukiman penduduk yang berada pada lereng perbukitan terus kita lakukan,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan bahwa dampak hujan deras yang terjadi dalam dua hari menimbulkan berbagai bencana alam. Di antaranya banjir di Desa Nglindur Kecamatan Girisubo, Desa Ngloro (Saptosari), Desa Girisekar (Panggang), sedangkan longsor terjadi di Gedangsari di Kecamatan Nglipar yang sdampaknya menutup jalan hingga tidak bisa dilewati kendaraan bermotor. (Pur)

Read previous post:
KOMITMEN 10 PERGURUAN TINGGI: Lindungi dan Manfaatkan Kekayaan Intelektual

SLEMAN (MERAPI) - Sebanyak 10 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta serta Pemda DIY, melakukan penandatanganan kerjasama terkait perlindungan dan pemanfaatan

Close