EWS Tsunami di Gunungkidul Rusak

Ilustrasi EWS

WONOSARI (MERAPI) – Sebanyak delapan unit Early Warning Sistem (EWS) atau sistem peringatan dini tsunami di sepanjang pantai Kabupaten Gunungkidul, rusak parah akibat Badai Cempaka akhir 2017 dan hingga saat ini belum diperbaiki.

“Total delapan EWS tsunami yang dipasang BNPB, semua rusak karena fenomena Badai Cempaka di akhir 2017. Semua yang rusak sudah kami laporkan ke BNPB, tapi hingga sekarang belum ada perbaikan,” kata Sekretaris Tim SAR Korwil II Gunungkidul Surisdiyanto, belum lama ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan berdasarkan data di BPBD Gunungkidul, ada 30 unit EWS dipasang di lokasi zona rawan. Dari total tersebut, hanya tiga yang berfungsi, sedangkan sisanya rusak dan dua lainnya hilang.

“EWS ini sudah dihibahkan, sehingga kewenangan pemeliharaan berada di masing-masing desa yang mendapatkan bantuan. Sampai sekarang belum ada perbaikan,” katanya dikutip Antara.

Berdasarkan pendataan, penyebab kerusakan EWS di antaranya akibat menjadi sarang semut dan kerusakan pada aki. Selain itu, motor penggerak sirine dari sinyal juga menjadi masalah EWS akibat tertimbun longsor di Desa Girijati, Kecamatan Purwosari.

“Kami hanya bisa mengimbau agar perbaikan EWS dialokasikan menggunakan anggaran dari Dana Desa,” katanya.

Ia mengakui EWS membantu kesiapsiagaan menghadapi bencana. Oleh karena alat deteksi bermasalah, pihaknya terus melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan memperluas jaringan desa tangguh bencana.
“Bulan ini puncak musim hujan. Kami minta masyarakat waspada dan mengenali tanda-tanda alam,” katanya. (*)

Read previous post:
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Pengurus FPRB Kabupaten Bantul periode 2020 - 2023 saat mengikuti pelantikan
FPRB Gandeng Relawan Tanggulangi Bencana

BANTUL (MERAPI) - Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul, Waljito SH menilai dalam mengurangi risiko bencana pihaknya akan

Close