HASIL PEMETAAN BPBD GUNUNGKIDUL: 46 Desa Rawan Bencana Longsor

Ilkustrasi

WONOSARI (MERAPI) – Sebanyak 46 desa di Kabupaten Gunungkidul berdasarkan hasil pemetaan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dinyatakan sebagai desa rawan longsor. Ke 46 desa tersebut berada di enam kecamatan, yakni Patuk, Gedangsar, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. Banyaknya medan yang berbukit dan dijadikan pemukiman menjadikan kawasan hunian tersebut rawan terjadi longsor ketika intensitas curah hujannya tinggi. “Masyarakat di wilayah rawan bencana longsor sudah kita imbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi hujan dalam durasi lama agar melakukan antisipasi bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edi Basuki MSi, Senin (9/12).

Selain melakukan antisipasi berupa imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, pemetaan kawasan rawan bencana tidak hanya menyangkut longsor. Tetapi juga rawan banjir, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, maupun bencana tsunami bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang pantai selatan dari Kecamatan Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus hingga Girisubo. “Enam kecamatan tersebut memiliki kawasan hunian di sepanjang pantai dari Kecamatan Purwosari higga Girisubo sepanjang lebih dari 80 kilometer. Pembekalan tentang mitigasi dan pengurangan risiko bencana sudah kami lakukan dan saat ini sudah ada 56 desa kita nyatakan sebagai Desa Tangguh bencana (Destana),” imbuhnya.

Selain melakukan sosialisasi dan pembekalan terhadap masyarakat dikawasan rawan bencana, juga melakukan pemasangan sarana peringatan dini

Early Warning SystemP> (EWS) Untuk yang rusak sudah diganti dan saat ini sudah ada 30 lebih EWS yang terpsang di wilayah rawan longsor, Untuk laporan tanah longsor sejak seminggu ini sudah ada 2 kasus di Patuk dan Nglipar. Sementara ntuk peta kerawanan banjir di Kecamatan Patuk, Wonosari, Ngawen hingga Ponjong. Pemukiman di kawasan bantaran sungai Kali Oyo maupun di Kota Wonosari di jalur Kali Besole perlu untuk diwaspadai.. “ Bantaran Sungai Oyo serta Kali Besole perlu diwaspadai. Terlebih jika terjadi hujan deras dalam waktu yang cukup lama,” ucapnya.

Sementara untuk daerah rawan tsunami, sejak dua tahun terakhir ini dilakukan sosialisasi bahkan dalam setiap kegiatan mengantisipasi bencana tersebut warga dilibatkan dalam melakukan simulasi. Upaya antisipasi dengan pembekalan dan sosialisasi mengatasi bencana tsunami dilakukan bagi masyarakat yag tinggal dan berdomisili maupun melakukan aktifitas di kawasan pentai selatan dari Kecamatan Purwosari hingga Girisubo. (Pur)

Read previous post:
Kontes Kambing Kaligesing Dongkrak Harga

MLATI (MERAPI) - Guna memberikan semangat bagi peternak kambing Ras Kaligesing, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Peternak Kambing Kaligesing (Perkanas)

Close