Atasi Kekeringan, Pemkab Bangun Pamsimas di 15 Desa

Warga pelanggan Pamsimas Tunggulsari menunjukkan air keruh. (foto:Abdul Alim)
Ilustrasi: Warga pelanggan Pamsimas

WONOSARI (MERAPI) – Pemerintah Gunungkidul tetap terus berupaya mengatasi kesulitan air yang kini terus meluas lebih dari 15 kecamatan. Selain melakukan droping air, kini diupayakan pembangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). “Saat ini pembangunan Pamsimas terus kita lakukan dan sudah sebanyak 15 desa dibangun sarana air untuk masyarakat,” kata Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Gunungkidul, Agus Subaryanto, Senin (19/8).

Adapun ke 15 desa yakni sudah memiliki Pamsimas tersebut yakni Desa Watugajah, Desa Ngalang, Desa Serut (Gedangsari), Desa Putat dan Ngoro-oro (Patuk) Desa Pucung, Songbanyu, Balong (Girisubo), Desa Candirejo (Semin) Desa Banyusoca (Playen), Desa Pucanganom (Rongkop), Desa Pulutan (Wonosari), Desa Sawahan, Desa Kenteng ( Ponjong) dan Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen. “Dana maupun material sejak beberapa waktu lalu sudah didistribusikan untuk pembangunan sarana air bersih ini,” imbuhnya.

Sedangkan dana yang disalurkan pemkab untuk pembangunan Pamsimas tersebut sebesar Rp 735 juta untuk 3 desa. Kemudian dana dari pemerintah pusat menggunakan APBN sebesar Rp 2,9 miliar yang diharapkan mampu membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air. Mengingat selama ini jika musim kemarau masyarakat di sejumlah daerah hanya memanfaatkan sisa air dalam penampungan, sungai, telaga atau membeli air dari swasta . Bahkan saat ini khusus untuk desa-desa di kawasan selatan yang tidak terjangkau jaringan air sudah membeli dari swasta yang harganya tiap tangki mencapai antara Rp 150 ribu-Rp 200 ribu..

Terkait dengan pembangunan Pamsimas ini, pemkab berupaya agar warga Kabupaten Gunungkidul dapat memperoleh layanan air bersih hingga kesulitan yang ritin dirasakan segera dapat teratasi. Kalau untuk program Pamsimas ditargetkan minggu ke tiga Bulan Desember 2019 sudah selesai dan dapat dimanfaatkan oleh warga. Harapannya pada musim kemarau tahun yang akan datang, desa-desa yang telah memiliki Pamsimas tidak lagi mengalami kekurangan air bersih. “Kita targetkan sampai akhir desember tahun ini pembangunan Pamsimas selesai dilaksanakan,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
TINGKATKAN DAYA TARIK WISATA: Warga Sengir Gelar RDCF ke-2

WARGA Sengir Sumberharjo Prambanan Sleman menggelar acara Rumah Dome Culture Festival (RDCF) ke-2, dengan rangkaian acara Merti Dusun pada Sabtu

Close