GUBERNUR DIY SRI SULTAN HB X: Tidak Mudah Atasi Kekeringan di Gunungkidul

MERAPI-ANTARA/SUTARMI Gubernur DIY Sri Sultan HB X melakukan halal bi halah dan silaturahim dengan Forkominda di Kabupaten Gunungkidul.
MERAPI-ANTARA/SUTARMI
Gubernur DIY Sri Sultan HB X melakukan halal bi halah dan silaturahim dengan Forkominda di Kabupaten Gunungkidul.

WONOSARI (MERAPI) – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku tidak mudah untuk mengatasi kesulitan air bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah saat ini hanya berupaya untuk mencari potensi bagi desa-desa yang memiliki sumber air untuk bisa didistribusikan kepada masyarakat dengan sistem pemerataan.

“Pemerintah terus berupaya menggali sumber-sumber air untuk bisa dimanfaatkan untuk mensuplai kebutuhan masyarakat,” kata Sultan HB X usai Syawalan di Wonosari, Kamis (20/6).

Jika sumber-sumber air bisa ditemukan nantinya diharapkan bisa dialirkan ke rumah-rumah warga dan pengelokaannya dilakukan oleh Perusahaan Air Minum (PAM) di desanya masing-masing. Terkait dengan hal tersebut saat ini pemerintah akan terus berusaha untuk bisa menggali potensi air bagi daerah-daerah tertentu yang mengalami surplus air agar dapat dimanfaatkan masyarakatyang setiap tahun menjadi langganan kekurangan air bersih.

“Kita akan lakukan pencarian sumber-sumber air dan nantinya diharapkan bisa dialirkan ke desa-desa yang membutuhkan,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui bahwa di wilayah Kabupaten Gunungkidul dan dari hasil pendataan terdapat 10 kecamatan mulai dilanda kekeringan dan dalam waktu dekat seluruhnya sudah memerlukan droping air. Dari 10 kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Girisubo, Rongkop, Purwosari, Tepus, Ngawen, Ponjong, Semin, Patuk, Semanu, dan Paliyan dan setiap hari dikerahkan 5 unit mobil tangki. Totalnya melakukan droping air 20 rit setiap hari. Sedangkan jumlah warga yang memerlukan bantuan air bersih mencapai 76.514 jiwa terdiri dari 21.519 KK.

“Sejak 1 Juni lalu kami sudah melakukan droping air di lokasi yang memang sudah kesulitan air bersih,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunungkidul Edi Basuki MSi .

Pada bagian lain Sri Sultan HB X mendorong Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggencarkan pembangunan infrastruktur kawasan selatan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Infrastruktur yang perlu segera dibangun, yakni pemasangan aliran listrik kawasan selatan segera tersambung dan perbaikan kawasan Pantai Baron.

“Bagaimana investor bisa membangun hotel dan mengembangkan bisnis lain kalau tidak ada listrik,” kata Sultan dikutip Antara.

Ia juga meminta Bupati Gunungkidul membuat program prioritas pembangunan jaringan listrik kawasan selatan. Pemda DIY siap membantu dalam penganggaran. “Kami akan bantu anggarannya. Kami minta secepatnya dibangun,” katanya.

Sultan juga mengapresiasi kinerja Pemkab Gunung Kidul dalam mengembangkan sektor pariwisata karena telah mengembangkan pariwisata dengan menggunakan basis masyarakat. “Dengan pembangunan pariwisata dengan berbasis komunitas sehingga pendapatan masyarakat pun menyebar peningkatannya dimana berpotensi menjadi wahana efektif dalam upaya-upaya pengentasan kemiskinan tinggal pemerintah kabupaten nanti memfasilitasinya,” katanya.

Namun demikian, Sultan minta Pemkab Gunungkidul memunculkan inovasi-inovasi. Ia mencontohkan dibukanya ruang publik Malioboro sebagai kawasan uji coba semi pedestrian setiap selasa wage yang dapat memunculkan realitas masyarakat yang meningkatkan daya atraktif khas yang menambah nilai Malioboro sebagai destinasi wisata.

“Saya berharap agar masyarakat dan Pemkab Gunung Kidul juga turut dalam membuat terobosan destinasi wisatanya. Jika pemerintah dan masyarakat kurang kreatif, Gunung Kidul pun akan seperti raksasa yang tertidur lelap yang tak mendapat apa apa,” kata Sultan.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, yang menjadi konsentrasi Pemkab Gunungkidul saat ini adalah bagaimana pemkab mempromosikan pariwisata lebih besar lagi. “Kemudian infrastruktur harus tetap dibenahi semua mulai dari jalan, jembatan, air, dan juga listrik,” katanya. (Pur)

Read previous post:
Warga Pati Ditemukan Tewas Terapung di Sungai

GROBOGAN (MERAPI) – Setelah pergi dari rumah sejak Minggu (16/6), Supaat (71), warga Dusun Jatilawang Desa Pucakwangi Kecamatan Pucakwangi Pati,

Close