Sultan Ajak Masyarakat DIY Hidup Sederhana

MERAPI-GUNUNGKIDULKAB.GO.ID Gubernur DIY meninjau UMKM di Desa Bleberan
MERAPI-GUNUNGKIDULKAB.GO.ID
Gubernur DIY meninjau UMKM di Desa Bleberan

PLAYEN (MERAPI) – Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengajak masyarakat hidup sederhana dan berhemat saat bulan puasa, serta menjalankan ibadah dengan baik. Sultan saat kunjungan kerja di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Rabu (8/5), mengatakan ada kecenderungan saat bulan puasa malah boros, karena membeli berbagai macam lauk.

“Seharusnya puasa bisa digunakan untuk mengurangi pengeluaran. Tapi pada waktu sahur maupun buka puasa tidak usah macam-macam gitu, adanya apa,” ajak Sultan.
Saat puasa, lanjutnya, seringkali masyarakat malah mengeluarkan lebih dibandingkan hari biasa. “Kita ini kalau makan sederhana. Tetapi ada waktu tertentu apa-apa dibeli. Jadi malah puasa bukan menghemat tetapi pengeluaran nya lebih besar dari pada rutin,” tambahnya dilansir Antara.

Menurut Raja Keraton Ngayogyakarta ini, puasa merupakan kegiatan keagamaan rutin sehingga bisa dilakukan sebaik-baiknya. “Ya bagi saya biasa saja bagaimana bisa melakukan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya,” sebut Sultan.

Pada kesempatan itu Sri Sultan HB X meninjau proyek pembangunan Desa Percontohan Saemaul Sumber Air Jambe di Desa Bleberan, Kecamatan Playen. Proyek ini merupakan alih fungsi teknologi pengelolaan sumber air bersih (PAB) dari semula menggunakan tenaga diesel menjadi tenaga listrik.

Saemaul Globalisation Foundation (SGF) memberi bantuan yang digunakan untuk pemasangan tiang listrik dari sumber mata air dan menyambungkan listrik. Menurut Sultan, potensi air bersih di Gunungkidul sangat besar, baik dari sungai dan mata air berapapun.

“Sumber air di Bleberan yang dikeluarkan baru 16 liter per detik dari potensi 80 liter per detik karena untuk menjaga lingkungan tetap terjaga dan tidak rusak,” kata Sultan.

Ia mengatakan sumber air di Bleberan dimanfaatkan untuk 10 ribu Kepala Keluarga (KK) dari potensi untuk 16 ribu KK. “Kalau kebutuhan air di Desa Bleberan sudah tercukupi, bisa dialirkan ke desa lain. Kalau berlebihan kapasitas, tapi semua tergantung potensi dan kemampuannya,” katanya.

Sultan pun mengharapkan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Saemaul Globalisation Foundation terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul. Saemaul Globalisation Foundation bersama warga Desa Bleberan, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, telah membangun 40 kelompok budi daya jamur.

Selain itu, Saemaul Globalisation Foundation membangun Green House Tanjung di Desa Bleberan, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Pembangunan green house digunakan untuk proses pembibitan beberapa jenis tanaman.

Hal ini didasari atas tingginya permintaan bibit, sehingga harapannya ke depan green house dapat dikelola secara maksimal untuk mendukung program pertanian warga Desa Bleberan.

Sultan mengatakan tidak hanya pelatihan yang membawa manfaat, tapi juga dilatih antusias. “Program ini membawa manfaat, tidak sekedar pada aspek fondasi yang dibangun, tapi saya ingin bagaimana dengan fondasi yang ada, mereka dilatih dan mempraktikannya dengan baik,” ujar dia disela-sela meninjau Green House Tanjung.
Ia menambahkan program Saemaul Globalisation Foundation yang sudah berjalan lima tahun di Kabupaten Gunungkidul ini sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat.
“Kalau program ini tetap dilaksanakan di sini, bagaimana pemerintah tingkat satu dan dua dapat ambil bagian untuk melengkapi program yang ada,” harapnya. (*)

Read previous post:
Pacaran di Bulan Ramadan

Oleh : Ustadz H. IIP WIJAYANTO PEMANDANGAN para remaja, mahasiswa dan anak-anak muda tetap berduaan selama bulan ramadhan ini adalah

Close