TAHUN INI DIUJICOBAKAN: 3 SMP Jadi Pilot Projek e-Rapor

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Kadinas Dikpora Gunungkidul Bahron Rosyid MM.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Kadinas Dikpora Gunungkidul Bahron Rosyid MM.

WONOSARI (MERAPI) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, menerapkan sistem e-rapor dan mulai diujicobakan di sejumlah sekolah. Dengan e-rapor ini, diharapkan para siswa, pengajar maupun wali murid bisa dengan lebih mudah mengakses nilai dari laporan pendidikan dan kemampuan maupun uji karakter.

“Tahun ajaran 2018/2019 terdapat 3 sekolah yang akan jadi sasaran uji coba penerapan e-rapor sebagai Laporan Hasil Belajar (LBH), yakni SMP Mujahidin Wonosari, SMP Negeri 1 Wonosari dan SMP Negeri 1 Karangmojo,”kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid MM, Senin (6/5).

Dipilihnya ketiga sekolah tersebut menjadi objek ujicoba karena secara umum dinilai siap dari berbagai persyaratan apapun. Kesiapan sekolah-sekolah tersebut meliputi sarana dan prasarana maupun faktor wali murid yang relatif mengerti akan bidang teknologi. Faktor orang tua atau wali murid sebagai penerima e-rapor inilah yang menjadi pertimbangan dalam penerapan konsep ini. Kesiapan mereka dalam mengakses teknologi akan menjadi sangat penting ke depan.

“Kalau diujicobakan lebih dari tiga sekolah diperkirakan belum semua wali murid bisa mengaplikasikan e-rapor, ini masalahnya jika akan diterapkan secara menyeluruh sehingga untuk sementara baru kita putuskan 3 sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, seksi kurikulum SMPN 1 Wonosari, Sulis membenarkan bahwa SMP N 1 Wonosari memang mejadi salah satu sekolah yang menjadi obyek ujicoba penerapan e-rapor. Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam penerapannya, konsep ini belum bisa secara optimal diterapkan. Ada sejumlah kendala yang harus dihadapi pihak sekolah dalam menerapkan konsep e rapor sebagai laporan akademis hasil belajar siswa kepada wali muridnya ini.

Salah satu yang menjadi kendala utama adalah dalam prakteknya, guru mata pelajaran yang hendak menginput nilai anak didik haru login ke dalam sistem e rapor. Padahal untuk bisa login, para guru haruslah memiliki SK dan sekaligus juga terdaftar ke dalam Dapodik. Sementara yang terjadi saat ini adalah, banyak dari guru yang mengampu mata pelajaran adalah GTT sehingga belum terdaftar ke Dapodik.
“Yang terjadi, guru-guru mata pelajaran tersebut tidak belum bisa login untuk menginput nilai para siswa dan masih butuh proses,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Daun Katuk Bersihkan Darah

KATUK dapat dikelompokkan sebagai tanaman berkhasiat, terutama dengan memanfaatkan bagian daun-daunnya. Wajar saja jika tanaman ini dijaga kelestariannya, misalnya dengan

Close