ANGKAT DUNIA PARIWISATA – Pemkab Gunungkidul Kembangkan “E-Tourism”

Ilustrasi salah satu objek wisata di Gunungkidul.

WONOSARI (MERAPI) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul akan mengembangkan e-Tourism untuk mengangkat dunia pariwisata dan memudahkan para wisatawan mengakses informasi dan teknologi. Kepala Bidang Layanan Informatika, Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Kelik Yuniantoro, Jumat (15/3), mengatakan program “e-Tourism” akan menjadi program andalan dengan memanfaatkan “smart city” yang tengah dibangun Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Bidang pariwisata dengan e-Tourism dianggap yang paling cocok diterapkan di Gunungkidul dengan kondisi pariwisata dan letak geografis,” kata Kelik.
Nantinya dalam pemanfaatan “e-Tourism” ini, dari pihak pemkab dengan masyarakat atau wisatawan dapat berinteraksi. “Bagi pengunjung mengakses aplikasi ini sapat disuguhkan digitalisasi mulai obyek wisata, e-tiketing saat hendak masuk ke objek wisata, hotel, kuliner hingga beberapa pilihan lain,” katanya dilansir Antara.

Memurut dia, dengan aplikasi ini, tingkat kepuasan maupun kunjungan wisatawan ke objek wisata juga dapat diketahui oleh pemerintah, hingga data yang diperoleh untuk perhitungan kunjungan juga dapat dengan mudah diketahui. Pemanfaatan program baru ini ditargetkan pada 2020 dan diluncurkan oleh Pemkab Gunungkidul.

“Sehingga ‘e-Tourism dapat mengembangkan pariwisata Gunung Kidul. Paling tidak insfrastruktur dapat kita selesaikan pada tahun 2019 sampai awal 2020, kita targetkan 2020 dapat berjalan semua,” katanya.

Ia mengatakan “smart city” sendiri tidak hanya akan dikembangkan di dunia pariwisata melainkan juga di dunia pendidikan yang sejak beberapa tahun ini diterapkan oleh pemerintah. Seperti PPDB online, CBT, SIPKS dan beberapa program pemerintah lain yang memanfaatkan teknologi dan informatika.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan terdapat beberapa persiapan khusus untuk menerapkan program baru ini. Terlebih sumber daya manusia yang harus mengenal betul teknologi dan mengikuti perkembangan jaman. Konteks dari “e-Tourism” ini sendiri sebagai pengganti tenaga manusia dalam melayani wisatawan yang masuk ke Gunungkidul.

“Kita sambut baik tentunya program ini, sehingga lebih optimal lagi. Kemudian untuk pekerja yang sebelumnya bisa dioptimalkan dalam bidang lain,” katanya.

Menurut dia, program ini sesuai dengan cita-cita pemkab untuk lebih mengedepankan perkembangan teknologi dalam pengembangan pariwisata.
“Konsep yang selama ini terus digali agar sesuai dengan kondisi daerah. Sehingga juga meninimalisir terjadinya penyalahgunaan atau manipulasi data yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab,” katanya. (*)

Read previous post:
Glamping De’Loano, Destinasi Baru di Bukit Menoreh

MENTERI Pariwisata Kabinet Kerja Republik Indonesia, Arif Yahya meresmikan destinasi wisata baru berbasis alam dan kearifan lokal, Glamping De'Loano dan

Close