MASYARAKAT DIMINTA TAK KHAWATIR – Kerja Sama BPJS dengan Rumah Sakit Lanjut

Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Ilustrasi BPJS Kesehatan.

WONOSARI (MERAPI) – Meskipun sejumlah rumah sakit menerima keputusan pemutusan hubungan kerjasama dengan Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Tapi untuk Kabupaten Gunungkidul tidak terjadi, bahkan pihak BPJS telah memastikan jika kontrak kerjasama dengan seluruh rumah sakit dan klinik tidak ada masalah. “Saat ini seluruh, rumah sakit maupun klinik telah memperpanjang kontrak kerjasama,” kata Kepala BPJS Kesehatan Gunungkidul, Syarifatun, Selasa (8/1).

Secara keseluruhan, kontrak kerjasama dengan semua instansi kesehatan telah dilakukan pada Rabu 2 Januari 2019 lalu yang meliputi 5 Rumah Sakit yang ada di Gunungkidul, yaitu RSUD Wonosari, RS Nur Rohmah, PKU Muhammadiyah, RS Pelita Husada dan RS Panti Rahayu. Kontrak kerjasama juga telah dilakukan kepada 30 unit UPT Puskesmas yang tersebar di masing-masing kecamatan. Namun demikian, ada 1 orang dokter yang menarik diri dari layanan BPJS untuk alasan tertentu. Kepada satu dokter ini kemudian tidak malakukan penandatangan kontrak lagi. “Saat ini ada juga 3 dokter gigi, 12 unit dokter keluarga dan 15 klinik Pratama yang diperpanjang kontrak kerjasamanya,” imbuhnya.

Disinggung mengenai pindah fasilitas kesehatan (faskes), Syarifatun mengungkapkan tidak ada perubahan aturan. Pihak BPJS selalu memberikan pelayanan yang mempermudah masyarakat dalam pengajuan pindah faskes. Kendati demikian, dia menekankan adanya ketentuan dalam proses yang akan dilakukan.Masyarakat pengguna BPJS diminta tidak khawatir jika akan berobat atau melakukan cek kesehatan. Pasalnya pemutusan hubungan kerjasama antara BPJS dengan rumah sakit tidak terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

“Pelayanan dan jaminan pada masyarakat memang benar-benar dijaga,” ucapnya.
Terpisah Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) RSUD Wonosari, Martono menegaskan, putus kontrak kerjasama antara instansi kesehatan dengan BPJS Kesehatan hanya berlaku di kota-kota tertentu. Semua pemegang BPJS akan dapat terlayani di RSUD Wonosari. Sampai saat ini tidak ada masalah dan RSUD Wonosari masih tetap terbuka dan melayani pasien pemegang BPJS.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak ada masalah dengan BPJS,” katanya.

Sebagaimana diketahui dari 757.169 jiwa penduduk Gunungkidul keikutsertaan masyarakat pada BPJS Kesehatan sudah mencapai 95,27 persen baik secara mandiri maupun dilakukan pembayaran oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Program positif dalam pemberian jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah Gunungkidul yakni memberikan dana sebanyak Rp 34 miliar untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan. Adapun dari pemerintah daerah hanya mampu mencover atau memberikan jaminan kesehatan kepada 159.224 jiwa, untuk selebihnya diserahkan pada pemerintah pusat ataupun mandiri. Namun demikian, pemerintah akan terus berusaha mencapai target tertentu agar semua masyarakat khususnya yang kurang mampu mendapat jaminan kesehatan.(Pur)

Read previous post:
ilustrasi
Caleg Nyabu Ditangkap

SEMARANG (MERAPI)- Satuan Serse Narkoba Polrestabes Semarang telah menangkap seorang calon legeslatif DPRD kota Semarang yang diduga pesta sabu di

Close