BPBD GUNUNGKIDUL SALURKAN 1.334 TANGKI AIR – Kekeringan Melanda 55 Desa

Ilustrasi kekeringan

WONOSARI (MERAPI) – Dampak kekeringan di kabupaten Gunungkidul memasuki akhir Agustus bulan ini semakin meluas. Hingga Minggu (19/8), beberapa sumber air sudah semakin menipis dan untuk mencukupi kebutuhan air bersih terpaksa harus membeli dari swasta. Bahkan di Kecamatan Rongkop sebagian sudah membeli air bersih yang diambil dari sumbernya di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat, hingga pertenghan bulan ini sudah mensuplai air bersih untuk 13 Kecamatan untuk 350 dusun sebanyak 1.334 tangki. “Jumlah ini belum termasuk bantuan dari swasta yang membantu langsung kepada masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Drs Edy Basuki, Minggu (19/8).

Selain dari BPBD dropping juga disalurkan dari masing-masing kecamatan. Saat ini telah tersalur sebanyak 1001 tangki. Dari pihak BUMN dan swasta diantaranya dari PLN ada 150 tangki, IKG 565 tangki, pengusaha 67 tangki dan dari sebuah usaha perbankan ada 440 tangki.Khusus dari BPBD pengalokasian dana untuk kegiatan droping air dijadwalkan hingga bulan Oktober mendatang dan diharapkan setelah Oktober sudah musim penghujan. Sehingga diharapkan kesulitan air pada Oktober mendatang khususnya pada tahun ini berakhir.

Berdasar data terakhir memasuki akhir bulan ini setidaknya sudah ada 55 desa mengalami kekeringan tersebar di 350 dusun yang melanda 31.807 Kepala Keluarga (KK), dengan jumlah total mencapai 117.116 jiwa. “Kecamatan terakhir yang mengajukan droping Saptosari,” imbuhnya.

Ditambahkan salah seorang warga, Suwanto warga Kecamatan Rongkop, krisis air bersih yang terjadi di dusunnya sejak awal bulan Juli lalu. Sejumlah telaga maupun bak penampung air hujan sudah sejak lama kering. Saat ini untuk mencukupi kebutuhan air, warga harus rela menunggu jatah atau membeli dari swasta dengan harga setiap tangki kapasitas 6.000 liter Rpm 120 ribu-Rp 160 ribu yang airnya diambilkan dari wilayah Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Tiap Kepala Keuarga selama musim kemarau ini sudah membeli air dari swasta sebanyak 4-6 tangki. “Hasil panen pertanian sudah habis dijual untuk membeli air bersih,” ucapnya. (Pur)

Read previous post:
SENAM MASSAL DESA CANDIBINANGUN – Pererat Silaturahmi dan Cinta Tanah Air

PAKEM (MERAPI) - Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 RI, PKK Desa Candibinangun menyelenggarakan jalan sehat, senam massal dan lomba

Close