Dinas Pantau Hewan Kurban di Tenpat Penampungan

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI H Pasar tiban kurban di Tridadi Sleman.
Ilustrasi

WONOSARI (MERAPI) – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, memantau hewan kurban di sejumlah tempat penampungan untuk mengantisipasi serangan penyakit. Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Retno Widiastuti, belum lama ini mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan hewan kurban di Gunungkidul.
“Kami bersama tim terus berupaya meminimalisir adanya hewan kurban sakit,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat ataupun peternak untuk memeriksa sendiri terkait dengan hewan kurban sebelum dijual. “Kesehatan hewan ternak dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti kepala tegap berdiri, mata bening, feses tidak berdarah, air kencing kuning, nafas normal, tidak bermasalah ketika gerak, gusi merah muda, tidak bersuara menahan sakit, gigi tidak gemertak, punggung tidak lurus,” katanya dilansir Antara.

Retno mengatakan hewan kurban ada syarat yang perlu dipenuhi, yaitu tidak pincang, tidak buta, telinga tidak rusak, kambing/sapi umur lebih dari dua tahun.

Ia mengimbau para pedagang ternak menjual ternak untuk Hari Raya Kurban yang telah mengalami poelu.
“Poelu adalah kondisi hewan ternak kurban yang telah mengalami pergantian gigi, dari itu kami bisa mengestimasi umur kambing atau sapi,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan untuk wilayah Gunung Kidul, jumlah ternak sapi baik yang usia muda maupun siap disembelih 150 ribu ekor.

Sebagai salah satu sentra ternak, wilayah itu seringkali digunakan para pedagang dari luar daerah untuk mencari ternak kurban. “Kami terus melakukan pengawasan, karena tidak memiliki pos pantau, untuk pemantauan kami melakukannya di pasar. Alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan panyakit yang berbahaya,” katanya.

Ia mengatakan harga sapi ukuran sedang yang siap untuk kurban antara Rp19 juta hingga Rp21 juta. Namun, harga tersebut bisa kurang atau lebih tinggi tergatung ukurannya.

“Saat ini, sudah banyak yang dibawa keluar daerah sejak beberapa hari terakhir, tidak hafal jumlahnya. Tetapi ada ribuan ekor kambing dan sapi yang sudah dibawa keluar daerah,” ucapnya.

Untuk mengoptimalkan ternak, pihaknya mendorong petani untuk menanam hijauan pakan ternak. Di Gunung Kidul ada dua jenis yang saat ini banyak dikembangkan, yakni rumput gajah dan rumput odot.
Dengan penanaman rumput odot seperti di Desa Karangtengah, hal itu membantu para peternak sapi di Gunung Kidul yang merupakan sentra ternak sapi. (*)

Read previous post:
PSS Latihan Tanpa Seto

  SLEMAN (MERAPI) - Selama beberapa hari ke depan skuad PSS Sleman tidak akan didampingi Pelatih Kepala Seto Nurdiyantoro saat

Close