KEKERINGAN GUNUNGKIDUL MELUAS – Sebulan BPBD Dropping Air 624 Tangki

Ilustrasi dropping air.

WONOSARI (MERAPI) – Memasuki bulan Juli 2018 ini, dampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul saat ini sudah semakin meluas. Tidak hanya di kawasan selatan yang meliputi Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari , Saptosri, Pnggang dan Purwosari. Tetapi di bagian utara Gunungkidul; juga sudah mulai terdampak, yakni di Kecamatan Gedangsari, Ngawen, dan Nglipar. Total, dalam sebulan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul telah mendistribusikan ratusan tangki air ke sejumlah wilayah kekeringan .

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, di tiga kecamatan tersebut memang sudah mulai terdampak kekeringan. Sejumlah desa di tiga kecamatan tersebut saat ini telah mengajukan permohonan droping air kepada pihaknya. Saat ini BPBD sudah menerima permohonan dropping air dari Desa Kedungkeris Kecamatan Nglipar dan di Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen. Kalau Gedangsari sudah memiliki tanki dan belum mengajukan permohonan. Pihaknya akan melakukan droping air ke desa-desa yang telah mengajukan permohonan. “Untuk kecamatan lain seperti Semin dan Patuk sampai saat ini belum ada permohonan,” katanya Kamis (19/7).

Berdasarkan data BPBD Gunungkidul dalam 30 hari ini tercatat sudah melakukan dropping air sebanyak 624 tangki. Adapun dari anggaran yang ada untuk mengatasi kekeringan tahun ini ada 3.360 tangki.Kepada desa yang dilanda kekeringan saat ini masih terusdidata. Tiap minggu jumlahnya terus bertambah dan prioritas pengiriman air melalui program dropping ini terutama untuk desa-desa yang membutuhkan.

Sementara itu Camat Ngawen, Slamet Winarno membenarkan beberapa titik mengalami kekeringan. Namun demikian bencana yang terjadi masih dapat diatasi. Kekeringan memang terjadi dari tahun ke tahun, namun masih cenderung teratasi karena sudah ada sumber mata air, maupun dari PDAM. “Antisipasi terus kita lakukan terutama jika terjadi kemarau panjang,” terangnya.  (Pur)

Read previous post:
Putus Asa Penyakit Gatal, Kakek Surip Ngendat

GROBOGAN (MERAPI) - Surip (80), warga Dusun Nongko Desa Sumberagung Kecamatan Ngaringan Grobogan, nekat gantung diri di belandar rumahnya, Kamis

Close