SEHARI CAPAI 500 SURAT – Permintaan SKTM di Gunungkidul Melonjak

MERAPI-BAMBANG PURWANTO Antrean warga minta SKTM.
MERAPI-BAMBANG PURWANTO
Antrean warga minta SKTM.

WONOSARI (MERAPI) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul dalam beberapa hari terakhir kebanjiran ribuan warga masyarakat untuk mencari Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Senin (2/7). Pengajuan SKTM ini untuk persyaratan siswa maupun wali murid agar bisa memanfaatkan kuota 20 persen bagi siswa tidak mampu untuk bersekolah di sekolah-sekolah favorit yang diinginkan.

“Setiap hari, sedikitnya ada 500 warga mengajukan permohonan pembuatan SKTM,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul Subarno Senin (1/7) silam. Setiap harinya, sedikitnya 500 warga mengajukan permohonan pembuatan SKTM di Dinas Sosial.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, pihaknya terpaksa menambah petugas yang ditempatkan di unit pelayanan. Jika biasanya hanya ada 4 petugas, maka sejak beberapa hari terakhir ini, jumlah petugas ditingkatkan hingga 12 personel. Peningkatan permohonan SKTM ini memang sudah diprediksi ketika tengh berlangsung proses Pendaftaran Peserta Didik Baru ( PPDB) dan dengan SKTM saat ini dijadikan sebagai salah satu syarat untuk mendaftar ke sekolah melalui jalur khusus. Para pemilik SKTM ini mendapatkan kuota 20 persen untuk tingkat SMA maupun SMK.“Untuk siswa yang nilainya bagus, kita sarankan untuk tidak membuat SKTM karena kasihan dengan siswa-siswa lainnya,” imbuhnya.

Lonjakan permintaan SKTM memang cukup siginifikan dan terjadi sejak akhir Juni lalu. Untuk mendapatkan SKTM, warga diwajibkan untuk membawa Kartu Keluarga, Surat Kelulusan, serta kepemilikan Kartu Program Keluarga Harapan, Kartu Indonesia Pintar atau Kartu Keluarga Sejahtera. Namun demikian, jika tidak memiliki salah satu kartu tersebut, warga masih bisa memperoleh SKTM dengan syarat pemohon masuk dalam Basis Data Terpadu dari Kemensos.”Persyaratan ini tidak menjadi masalah lantaran sebelumnya kita memang sudah gencar untuk mensosialisasikan persyaratan pembuatan SKTM hingga ke desa-desa,” terangnya. (Pur)

Read previous post:
Sinergi Ulama dan Pemerintah Dukung Situasi Kondusif

SLEMAN (MERAPI) - Dalam rangka Syawalan 1439 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sleman melaksanakan silaturahmi ke sejumlah kyai ulama dan tokoh masyarakat

Close