Santap Punjungan, 7 Warga Keracunan

 

 MERAPI-BAMBANG PURWANTO  Korban keracunan makanan yang dirawat di Puskesmas Playen.
Korban keracunan makanan yang dirawat di Puskesmas Playen. (MERAPI-BAMBANG PURWANTO)

WONOSARI (MERAPI) -Sebanyak tujuh warga dilarikan ke Puskesmas Playen, Gunungkidul sesaat setelah menyantap nasi pemberian saudaranya (punjungan) di Giriloyo, Imogri, Bantul Kamis (22/2). Mereka mengalami sakit perut, mual, diare, panas tinggi dan menggigil serta lemas.

Ketujuh korban diduga keracunan makanan, yakni Ny Siti Wahidatun (37), Khamdani (37), Setya Budi Wibowo 27), Subhan Khoirul Anwar (14) seluruhnya warga Desa Ngawu, Playen dan Tuji Hadi Prayitno (56), Ny Jumarti (50) warga Desa Getas Kecamatan Playen. “Dari ke 7 korban seluruhnya menjalani rawat inap dan dalam perawatan intensif, perkembangan terakhir 1 pasien sudah mulai membaik,” kata Kepala Puskesmas Playen, Gunungkidul dr Johana Barahama Kamis (22/2).

Salah satu korban Khamdani , menyatakan peristiwa berawal pada hari Rabu (21/2) sore keluarganya mendapat kiriman makanan berupa nasi berikut lauk dari salah seorang saudaranya di Desa Giriloyo, Imogiri, Bantul yang tengah mempunyai hajatan pernikahan . Tidak ada firasat jika makanan itu ternyata menyebabkan seluruh keluarganya mengalami keracunan.

Sesaat setelah punjungan ini disantap seluruh keluarganya tidak merasakan sakit , tetapi beberapa jam kemudian, saat sedang tidur terbangun dan mengalami panas badan tinggi dan menggigil diikuti perut sakit dan muntah. Hal senada juga dirasakan seluruh keluarganya hingga akhirnya dilarikan ke Puskesmas Playen. “Tidak berselang lama keluarga Tuji Hadi Prayitno (50) warga Desa Getas yang juga menyantap makanan itu juga dibawa ke Puskesmas karena keluhan serupa,” imbuhnya.

Kepala Puskesmas Playen dr Johana Barahama mengatakan melihat peristiwa itu pihaknya langsung berupaya melakukan tindakan. Sejumlah barang bukti berupa muntahan korban, ayam goreng, urap atau gudangan dan bakmi yang semula dikonsumsi sudah diamankan untuk dilakukan cek laboratorium. “Semua makanan itu memang ada indikasinya dari urap ada kelapanya, kemudian ayam tadi dicek oleh petugas ada bau yang tidak wajar,” terangnya. (Pur)

 

Read previous post:
Produksi Resmi Berhenti, Warga Blokade Akses Masuk PT RUM

SUKOHARJO (MERAPI) - Warga dari berbagai desa di Kecamatan Nguter melakukan blokade akses PT Rayon Utama Makmur (RUM) Nguter dengan

Close