Pedagang Unggas dari Pasar Turi Butuh Tambahan Infrastruktur

MERAPI-RIZA MARZUKI
Pedagang unggas dari Pasar Turi menempati lokasi yang baru.

BANTUL (MERAPI) – Pasca direlokasi pada akhir Mei 2021 yang lalu, puluhan pedagang unggas dari Pasar Turi, Sidomulyo, Bambanglipuro menempati bekas SD Turi. Akan tetapi lokasi baru ini dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan termasuk penambahan infrastruktur. Sehingga memberikan kenyamanan untuk pedagang maupun pembeli.

Lurah Sidomulyo, Edi Murjito menyebut lokasi tersebut adalah bekas kompleks SD Turi. Bangunan sekolah sudah dirobohkan, sehingga menjadi lahan kosong. Kemudian terdapat satu bangunan yang difungsikan sebagai los pedagang. Toilet dan sumber air yang ada masih sangat sederhana. Padahal menurutnya minimal harus ada 8 los untuk memenuhi kebutuhan para pedagang. “Sekarang masih panas, bangunannya masih minim,” ungkapnya.

Melihat kondisi ini, pihaknya berencana akan mendukung pemenuhan infrastruktur lokasi pedagang unggas tersebut. Hal ini karena pedagang unggas telah siap untuk menetap di lokasi yang baru pasca relokasi. Hanya saja perlu dukungan sarana prasarana yang lebih layak. Pemerintah Kalurahan setempat menurutnya akan mengalokasikan dana desa, dan kedepan bisa dikelola oleh Bumdes. “Pakai dana desa kan nanti bisa dikelola oleh BUMDES, karena nanti bisa meningkatkan pendapatan desa,” terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta menjelaskan penataan ini dilakukan untuk menciptakan pasar rakyat yang lebih bersih dan tertata. Puluhan pedagang unggas yang awalnya berada di satu kompleks dengan pedagang sayur di Pasar Turi. Kemudian relokasi sudah dilakukan sejak akhir Mei 2021 yang lalu. “Pemindahan pekan lalu, tepatnya Senin (31/5) jadi yang selama ini pedagang unggas jadi satu dengan pedagang sayur pada satu area sama di Pasar Turi,” jelasnya.

Sukrisna menegaskan relokasi pedagang unggas ke lokasi yang baru bersifat permanen. Sebelumnya bagi para pedagang unggas ini sebenarnya sudah disiapkan lokasi khusus, namun mereka masih berjualan di lokasi yang dekat dengan pedagang sayur. Menurutnya alasan para pedagang unggas tetap nekat berjualan di Pasar Turi karena orang berbelanja sayur mayur sambil melihat-lihat unggas. “Tapi saya meyakini kalau ini pedagang unggasnya semua pindah di situ, lama-lama nanti orang yang akan beli unggas juga akan ke sana,” imbuhnya.

Bila nanti pasca tindakan penataan dan pemindahan, masih ditemukan pedagang unggas yang nekat kembali berjualan di Pasar Turi, Sukrisna akan mendorong oknum tersebut untuk kembali ke lokasi yang disediakan. “Kita kemarin kerjasama dengan Satpol PP, Linmas yang ada di desa dan Kapanewon Bambanglipuro,” sebutnya. (C-1)

Read previous post:
Museum Harus Didorong Agar Menjadi Dinamis

SLEMAN (MERAPI) - Museum sebagai media yang mendukung upaya untuk pelestarian warisan budaya, wahana pembelajaran masyarakat, serta objek wisata yang

Close