Dua Kalurahan Dapat Kucuran Danais Rp 1-1,5 M

MERAPI-ANTARA
Wabup Bantul Joko Purnomo dan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto saat pengukuhan Pengurus Desa Mandiri Budaya Desa Sabdodadi.

BANTUL (MERAPI) – Tahun 2021 ini Kalurahan Sabdodadi, Bantul mendapat gelontoran dana keistimewaan mencapai Rp 1 miliar. Pemkab Bantul bisaberharap dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah kalurahan setempat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Selain Kalurahan Sabdodi, Kalurahan Panggungharjo, Sewon juga mendapatkan alokasi danais. Bahkan besarannya mencapai hampir Rp 1,5 miliar.

Ditemui di sela pengukuhan Pengurus Desa Mandiri Budaya Kalurahan Sabdodadi, Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo menegaskan jika penggunaan dana itu harus sesuai dengan regulasi yang ada. Di Bantul sendiri Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang pemeliharaan dan pembidaan budaya telah ditentukan bahwa kelompok budaya, sanggar budaya, kelompok adat dapat mengakses untuk kepentingan pemeliharaan, pembinaan, dan pembiayaan budaya. “Gol-nya adalah kesejahteraan masyarakat melalui pembinaan budaya,” terangnya, Kamis (10/6).

Kalurahan menurut Joko akan mendapatkan alokasi dana keistimewaan jika sudah melalui beberapa tahapan sebelumnya. Kalurahan harus sudah mengantongi standar predikat desa wisata, desa preneur, desa prima, dan desa mandiri budaya. Sehingga diharapkan dana ini dapat efektif digunakan oleh kalurahan yang siap dengan segala perangkatnya. “Bisa mendapatkan alokasi Rp 1,5 miliar jika desa mandiri budaya ini sudah memiliki balai budaya,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho Eko Setyanto menyebut Kalurahan Panggungharjo Sewon tahun ini juga mendapatkan alokasi dana serupa. Hanya saja nilainya lebih besar, hampir Rp 1,5 miliar. Hal ini lantaran desa Panggungharjo sebelumnya sudah memikiki dan mengelola balai budaya. “Dana itu difokuskan untuk mengelola potensi budaya dan pariwisata,” terangnya.

Ditanyakan terkait penggunaan dana itu untuk pembangunan infrastruktur, mantan Kepala Dinas Kominfo Bantul itu menyebut bisa digunakan. Namun untuk infrastruktur pendukung budaya. Seperti dicontohkan pembangunan pendopo budaya yang nantinya sebagai tempat pementasan seni budaya. “Seperti di Sabdodadi tadi membangun pendopo untuk pentas budaya,” ungkapnya.

Diakui Nugroho tidak mudah untuk menyandang predikat desa mandiri budaya. Karena pertamakali kalurahan harus menjadi desa rintisan budaya. Kemudian setelah lolos evaluasi, statusnya meningkat menjadi desa budaya. Barulah kemudian harus menyandang predikat lintas sektor, mulai dari desa wisata, desa preneur, dan desa prima. Di Bantul sendiri disebutkan Nugroho baru ada 12 desa rintisan budaya dan 9 desa budaya. “Sudah meningkat jadi desa mandiri budaya, ya Sabdodadi itu,” pungkasnya. (C-1)

Read previous post:
MERAPI-DOKUMENTASI Salam satu karya Agoes Jumianto di kontes kartun mengalahkan virus Corona.
Positif Covid-19 di Sukoharjo Naik, 68 Kasus Klaster Keluarga

SUKOHARJO (MERAPI) - Kasus positif virus Corona di Kabupaten Sukoharjo naik sebanyak 68 kasus hanya dalam waktu dua hari. Kenaikan

Close