Halim Berharap Bantul Tak Ada Klaster Baru

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM
Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih beserta istri menjalani vaksinasi setelah sempat dinyatakan positif Covid-19

BANTUL (MERAPI) – Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih berharap tak terjadi klaster baru pascalibur Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah di Kabupaten Bantul. Karena bila terjadi klaster di obyek wisata maka hal ini akan berdampak bagi industri pariwisata.
“Kami berharap tak akan terjadi klaster baru usai libur Lebaran. Karena kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah penularan dengan melakukan protokol kesehatan,” ujar Halim kepada wartawan, Senin (17/5).

Seperti diketahui sebelumnya, dalam libur Lebaran ternyata jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bantul cukup banyak. Terutama kunjungan terbanyak berada di obyek wisata pantai Parangtritis Kretek Bantul.
Dengan banyaknya wisatawan tak dapat dipungkiri semua pihak menerapkan protokol kesehatan. Karena ternyata masih banyak terjadi kerumunan wisatawan saat berada di obyek wisata.

Bahkan diketahui banyak wisatawan luar DIY berkunjung ke pantai obyek wisata di Bantul. Meski dilakukan rapid tes secara acak terhadap pengunjung luar daerah tetapi pihaknya tak bisa memastikan wisatawan tersebut aman dan tidak membawa virus Covid-19.
“Pemerintah daerah sudah semaksimal mungkin untuk mengurangi laju penyebaran Covid-19. Bila terjadi klaster baru maka kita dapat melakukan langkah-langkah penanganan bahkan bisa saja menutup obyek wisata,” tegasnya.

Sebelumnya H Abdul Halim Muslih menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Puskesmas Bantul 1, Senin (17/5). Dengan menjalani vaksinasi tersebut diharapkan daya tahan dan imunitas tubuhnya akan semakin meningkat.
“Meskipun pernah terpapar Covid-19 tetapi saya tetap mengikut vaksinasi. Harapannya dengan vaksinasi ini imunitas saya semakin meningkat,” ujar Abdul Halim Muslih kepada wartawan disela-sela vaksinasi.

Disebutkan, sebelum menjalani vaksinasi, Halim sendiri pernah terinveksi positif Covid-19 saat dirinya menjabat sebagai Wakil Bupati Bantul pada awal tahun 2021. Sehingga setelah sembuh dari Covid-19 lebih dari 3 bulan dirinya diperbolehkan mengikuti vaksinasi.
“Sekitar 3 bulan lebih saya pernah terkena Covid-19 dan sempat menjalani isolasi di Rumah Sakit Panembahan Senopati. Oleh dokter diperbolehkan mengikuti vaksinasi setelah 3 bulan. Untuk itu saat ini saya beserta istri mengikuti vaksinasi bersama,” lanjut Halim menjelaskan.

Diakui, dengan mengikuti vaksinasi maka imunitas tubuh akan meningkat dan menambah kekebalan terhadap virus Covid-19. Hal itu juga menambah keyakinannya terhadap serangan virus Corona.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja SKM MKes mengatakan, mantan pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh memang boleh mengikuti vaksinasi. Untuk dapat menerima vaksinasi yang bersangkutan harus tetap dalam kondisi sehat.

“Meskipun pernah terpapar Covid-19 tetapi vaksinasi tetap bisa dilakukan dan aman-aman saja. Seperti bapak bupati telah memenuhi persyaratan untuk menjalani vaksinasi. Sampai saat ini memang belum ada laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sehingga vaksinasi boleh dilakukan,” tegas Agus. (Usa)

Read previous post:
Tes Antigen di Perbatasan DIY, 3 Pengendara Reaktif Covid-19

Close